Indonesia Sampai Mati

‘Musuh terbesar adalah diri sendiri’. Kalimat ini agaknya pantas disematkan pada sepakbola Indonesia. Musuh terbesar sepakbola Indonesia adalah orang-orang yang berkecimpung di sepakbola. Tidak ada orang lain. Mereka-mereka jugalah orangnya yang selalu ribut.

Gawatnya, persoalan dualisme dalam ‘diri sendiri’ PSSI merembet sampai ke masyarakat. Mereka terbelah dua, ada yang mendukung PSSI adapula menyeberang ke KPSI. Bahkan media pun ikut-ikutan terlibat dalam konflik kepentingan. Ada yang ‘menghajar’ PSSI habis-habisan dan menyanjung KPSI sebagi dewa penyelamat. Bagi mereka PSSI sekarang ini tidak benar. Setiap langkah yang diambil selalu salah. Menurut mereka ini KPSI yang benar. Sudah legitimet dan diakui dunia sepakbola.

Bagi yang pro PSSI juga demikian. KPSI tidak lebih dari perongrong sahnya kepengurusan PSSI. KPSI itu salah. KPSI kelompok penghancur sepakbola.

Kalau ingin melihat lebih detailnya, browsing saja di dua atau tiga portal berita olahraga melalui internet. Kemudian cari berita tentang tim nasional. Baca komentar di bawahnya, sungguh menyesakkan. Caci-maki, sumpah serapah berserakan. Menganggap paling benar, yang lain salah.

Parah memang. Tim nasional ikut terbawa-bawa di dalamnya. Padahal mereka adalah para pejuang yang  tengah mempertaruhkan nama Indonesia.

Seharusnya Andik cs tidak perlu terseret-seret. Mereka orang-orang pilihan dari tim pelatih. Persoalan legal atau tidak ilegal, kan bisa dilihat dari persetuan panitia AFF. Bahwa, tim nasional PSSI lebih berhak tampil di PSSI. Kalau ada yang lain di luar itu, berarti ilegal. Biarpun nama keren seperti Wesley Sneijder , Lionel Messi, Christiano Rodaldo atau lainnya memilih Indonesia atau istilahnya naturalisasi, kalau tidak PSSI yang mengirim, tetap saja tidak bisa ikut Piala AFF. Hebat benar lah pemain itu, menendang sampai tembus jala gawang, atau licin tidak bisa dihadang, tetap tidak bisa.

Sungguh amat disayangkan, saat anak bangsa bertarung mati-matian, kita malah saling caci maki. Bukannya saling mendukung, malah menganggap sinis penampilan skuad Nilmaizar.

Lihat saja saat berita Indonesia ditahan Laos 2-2, bukan main caci maki keluar. Bahkan saat Indonesia menang pun, kebencian pun tetap saja ada.

Tidakkah mereka-mereka yang mencai maki tim nasional ini melihat situasi atau membaca berita, betapa cinta matinya para suporter Indonesia di  Bukit Jalil. Mereka dihina, diteriaki ‘jaing’, dilempar. Bahkan ada pula yang dipukul.

Tidak simpatikah kita-kita ini? Kok malah saling mencaci diri sendiri, bukannya membela saudara-saudara sebangsa setanah air yang menonton di Bukit Jalil.

Tampaknya, rasa kesetiakawanan dan kebersamaan sudah mulai luntur. Tidak ada lagi saling menghargai, menghormati dan mengasihi. Ego diri dan golongan lebih ditonjolkan untuk mencari simpati.

Di sejumlah daerah di tanah air, bisa dilihat, betapa seringnya terjadi tawuran antar kampung hingga merenggut nyawa. Lalu konflik yang terus-menerus tidak kunjung padam seperti di Poso, Kalimantan, Lampung dan lainnya. Seharusnya kita malu dengan para pendahulu. Mereka berjuang mati-matian demi nama Indonesia.

Kalah menang itu sudah biasa dalam olahraga apalagi sepakbola. Hanya saja, dukungan dari kita semua ini paling diharapkan pemain yang berlaga di Bukit Jalil.

Memori AFF 2010 lalu perlu dimunculkan kembali. Dimana, seluruh rakyat Indonesia bersatu-padu memberikan dukungan kepada tim nasionalnya. Kendati kalah lawan Malaysia di partai final, itu seperti mnejadi sinyal kebangkitan sepakbola tanah air.

Di AFF 2012 ini, Indonesia bukan tidak mungkin bisa melaju lebih jauh dari sebelumnya. Hilangkan saling benci dan caci-maki.  Kalau sudah bersama-sama, tidak ada yang tidak bisa. Pokonya cinta Indonesia sampai mati. (*)

0 Responses to “Indonesia Sampai Mati”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

September 2013
S S R K J S M
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: