Indonesia Market Sepakbola

Pada Juli nanti, salah satu tim kuat di English Premier League yakni Arsenal bakal bertandang ke Indonesia. Bahkan, manajemen The Gunners berjanji bakal menurunkan sejumlah bintangnya untuk meladeni pemain Indonesia.

Sudah terbayang di benak para fans Arsenal nama-nama beken macam Theo Walcott, Santi Cazorla, Lukas Podolski, Gervinho, Thomas Vermalen dan lainnya akan hadir memberikan suguhan hiburan.

Kedatangan Arsenal tentu memberikan angin segar sepakbola tanahi air. Ricuh dualisme kepengurusan  PSSI, tidak menjadi halangan bagi tim yang bermarkas di Kota London ini  untuk hadir menjumpai para pecandu sepakbola terutama para fans.

Tidak hanya Arsenal malah, tim lain seperti Liverpool juga berkunjung ke Indonesia. Ada dua raksasa Italia yakni AS Roma dan Juventus yang juga bakal hadir. Kalau ini terealisasi, kedua tim ini meneruskan langkah Inter Milan yang telah datang pada pertengahan 2012 lalu. Kemudian ada pula Hamburg SV asal Jerman juga menyatakan ketertarikannya untuk datang ke Indonesia.

Tampaknya, seberapa pun konflik  di Indonesia, tidak menyurutkan minat tim-tim dunia untuk menyapa penggemarnya.

Indonesia merupakan pasar sepakbola dunia. Tidak salah, karena jutaan penggemar  sepakbola ada di Indonesia. Dari data yang ada, jumlah penggemar Arsenal ada sekitar 1,3 juta orang di Indonesia. Rata-rata para penggemar tim seperti Liverpool, Juventus, AS Roma dan Hamburg SV mencapai jutaan orang.

Sepakbola sudah menjadi industri. Di Eropa, sepakbola adalah industri kreatif yang mendatangkan pendapatan bagi negar dan tim tentu saja. Semakin hebat timnya, semakin banyak penggemarnya. Semakin banyak penggemar, sudah dipastikan, angka penjualan pernak-pernik klub seperti baju, celana, topi, syal dan lainnya laku keras.

Ini yang dilarik para pemilik klub. Indonesia adalah surganya para konsumen. Besarnya sumber daya manusia yang mencapai 242 juta jiwa lebih menjadi magnet bagi para klub untuk menjual barang dagangannya.

Seluruh sisi dijual. Hak siar pun dijual. Di Indonesia masih enak, nonton Liga Inggris masih gratis. Beli antena UHF, pasang di televisi. Saat pertandingan EPL bergulir di Inggris, kita di Indonesia pun bisa menyaksikannya secara langsung di televisi. Laga terhebat di dunia El Classico bisa ditonton gratis di televisi. Padahal kalau kita nonton di Old Trafford, Emirates Stadium atau Guiseppe Meazza, tarifnya bisa ratusan ribu bahkan jutaan. Itulah enaknya Indonesia.

Nah, semakin banyak siaran sepakbola ini ditayangkan, semakin banyak pecinta sepakbola tumbuh. Tentu saja, mereka sudah bisa memilih tim mana yang menjadi jagoan dan favorit. Indonesia menjadi pilihan utama.

Hanya saja pengurus sepakbola di tanah air masih disibukkan dengan gonjang-ganjing kepengurusan. Dualisme yang masih saja ada, seakan-akan diperlihara. Tidak selesainya persoalan dualisme ini menjadi persoalan panjang jika tidak cepat-cepat dibenahi.

Ingin rasanya klub-klub Indonesia berpikir untuk melangkah menjadi sebuah perusahaan yang bisa menghasilkan laba. Menjadi sebuah industri besar.

Para perantau asal Indonesia ada di mana-mana. Tentu saja mereka juga berasal dari berbagai daerah. Ini potensi untuk menjual klub jika benar-benar serius. (*)

nb: Januari 2013 Harian Singgalang

0 Responses to “Indonesia Market Sepakbola”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

September 2013
S S R K J S M
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: