Iseng2 Berhadiah…dapat uang tanpa modal

Bos, tidak ada salahnya dicoba untuk mendapatkan uang dari internet. Ini bisa dilakukan secara gratis. Coba bos klik alamat ini
http://www.komisigratis.net/?id=eriandi
:: Komisi Gratis dot net :: Modal Nol Rupiah Hasilkan Ratusan Juta :: Langka Menuju Bebas Financial:
Sumber:http://www.komisigratis.net
Anda mendapatkan sumber penghasilan tambahan yang bekerja otomatis Plus bonus menarik dan berbagai peluang penghasilan yang up to date.
:: Komisi Gratis dot net :: Modal Nol Rupiah Hasilkan Ratusan Juta :: Langka Menuju Bebas Financial:
Sumber: http://www.komisigratis.net
Anda mendapatkan sumber penghasilan tambahan yang bekerja otomatis Plus bonus menarik dan berbagai peluang penghasilan yang up to date. coba, mana tahu benar….

2 Responses to “Iseng2 Berhadiah…dapat uang tanpa modal”


  1. 1 tonny Juni 20, 2009 pukul 10:29 am

    caranya bagaimana.saya memang tertarik banget.

  2. 2 bala Agustus 18, 2009 pukul 8:24 am

    Malam Tanpa Peri Kupu-kupu

    ( Lestari Okta Geny, Smandoe )

    Tak terasa 2 jam sudah aku mengelilingi kota ini dengan tujuan awal ingin merefresh hati dan pikiranku yang sedang kacau balau plus emosi yang emang lagi panas-panasnya. Bahkan AC mobil dinginnya sudah maksimalpun tak cukup ‘adem’ buatku. Aku bosan mengahadapi masalah demi masalah yang memang tak pernah bosan terus menghampiriku.
    Aku, Stevan Richardo, seorang pemuda yang bisa dibilang tampan keturunan Indo, pada awalnya menjalani kehidupan yang terbilang perfect! Perlahan tapi pasti karirku menanjak naik dari seorang karyawan biasa hingga dipromosikan menjadi seorang manager of accounting dan itulah yang membawaku berkenalan dengan Rivanna, putri sang direktur. Kecantikan dan kepintaran Ana telah berhasil membuatku terperangkap dalam jaring-jaring cinta.
    Dalam dua tahun pertama pernikahan yang ku jalani dengan Ana, kami dikaruniai seorang putri. Kehadiran Airin membuat hidupku serasa sempurna. Sayang, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Setahun kemudian papa Ana meninggal dunia sehingga otomats kursi direktur menjadi tanggung jawabku. Dan inilah awal dari semua permasalahan. Ana selalu marah-marah setiap kali aku pulang larut malam karena lembur.
    Terakhir yang membuat hilang kesabaran yaitu ketika aku baru pulang raker dari Bandung. Selalu saja ada statemen yang dikeluarkan Ana untuk marah padaku. Nampaknya sifat Ana yang super manja itu tetap tidak berubah walaupun sudah memiliki Airin.
    Biasanya kalau sedang dilanda masalah berat seperti ini aku selalu minta bantuan David. Tapi sekarang, satu-satunya partner terbaik yang aku punya telah diambil kembali oleh Sang Penciptanya. Tambah lagi, dr. Indra memvonis bahwa aku menderita kanker hati (liver).
    Inilah puncak dari segala keputusasaan! Aku memilih menghentikan Hyundai kesayanganku di tepi sebuah jembatan. Emosiku sudah memuncak. Tapi siapa sangka, sebelum aku memanjat jembatan, hal yang tak teduga sebelumnya menghentikan kebodohanku..
    PLAAKK!!
    “ Kamu udah gila, ya?! Hari gini pengen bunuh diri di jembatan,?”. Memangnya nggak ada cara yang lebih terhormat ya? Percuma aja punya mobil bagus kalau ujung-ujungnya mati secara tak terhormat! Sini, aku anterin pulang!”.
    Untuk beberapa saat aku cuma bisa manut dan masuk ke mobil, sementara wanita yang bernama Lyla itu memegang kemudi. Jujur aja, aku masih tak percaya dengan semua ini. Wanita ini tak hanya menampar dan membentakku seenaknya, tanpa ba bi bu dia berani menyetir mobilku. Alangkah terkejut lagi saat dia bercerita tentang dirinya yang berprofesi sebagai ‘kupu-kupu malam’.
    “ Kamu tenang aja, aku nggak bakal meratu kamu kok! Gini-gini aku masih tau diri! Yang terpenting sekarang aku akan nganter kamu pulang. Jujur ya, aku paling nggak suka ngeliat orang yang milih jalan pintas seperti yang barusan kamu lakukan!,”tegasnya seolah-olah bisa membaca pikiranku.

    Terimakasih, Tuhan! Engkau masih memberiku kesempatan hidup. Dan sebagai rasa terimakasihku pada Lyla, aku menawari bekeja sebagai OB di kantorku.

    ***
    “Ana! Bisa nggak kamu nggak marah-marah mulu setiap hari? Aku capek, Ana! Aku ini baru pulang kerja, cari nafkah buat kamu dan Airin! Tolong kendalikan sifat kamu yang belebihan itu!”
    “ Nggak! Aku nggak bisa, Stev! Kamu itu yang berlebihan, lebih senang menghabiskan waktu di kantor ketimbang di rumah bersamaku dan Airin! Apalagi semenjak pelacur itu bekerja di kantor kita! Ngapain akmu pake ngasih kerjaan segala sama dia kalau bukan karena ada maksud di balik itu?!”. Ana bersikeras dengan semua tuduhannya. Kali ini Ana benar-benar membabi buta!
    “ Stop, Ana! Aku lakuin itu sebagai rasa terima kasih karena kalau bukan dia yang menolong, mungkin waktu itu aku benar-benar nekat loncat dari jembatan itu ! Arrghh!!”. Dada kanan bagian bawahku kenapa tiba-tiba..

    ***
    Perlahan ku buka kelopak mata yang terasa berat. Sedikit demi sedikit cahaya menembus mataku hingga akhirnya aku bisa melihat walaupun agak samar-samar. Kepalaku terasa berat dan mendenyut ngilu tapi masih ku coba untuk melirik jam digital di sebelah ranjangku. Pantas saja, ternyata pukul 2 dinihari. Ana dan Airin masih tertidur lelap di sampingku.
    Sejak dr. Indra memperbolehkan pulang dari rumah sakit, aku hanya bisa terbaring lemah di ranjang ini. Saran agar aku banyak istirahat agar cepat pulih pun sudah ku turuti. Namun tetap saja tadak menghilangkan rasa keingintahuanku. Entah karena apa, tiba-tiba Ana berubah menjadi sangat baik dan perhatian, jauh berbeda dari sebelumnya. Ia tak lagi manja, bahkan sifat kekanak-kanakannya pun hilang begitu saja. Rivanna yang sekarang telah menjelma sebagai sosok seorang istri yang lembut, penuh perhatian, dan lebih keibuan. Memang aneh, tapi aku bersyukur atas semua perubahan Ana. Setidaknya sedikit demi sedikit hubungan kami kembali membaik. Hanya saja Ana belum mau memberitahukan siapa pendonor hati yang telah menyelamatkan nyawaku sebelum keadaanku benar-benar pulih. Biar sajalah, pikirku. Toh, nanti dia akan memberitahukannya juga.
    Aku mencoba melanjutkan tidur ketika tiba-tiba mataku menangkap sebuah benda bersampul putih di atas meja kerjaku. Aku beranjak ke sana untuk memastikan apa gerangan yang menantiku di sana. Ternyata sebuah surat tanpa nama pengirim. Tapi untuk siapa? Lipatan demi lipatan surat ku buka perlahan hingga sebuah pernyataan yang luar biasa membuatku sujud syukur kepada Allah.

    Yth. Tn. Stevan Richardo
    Aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena telah menjadi benalu di keluarga kalian. Sebetulnya aku datang ke kota ini untuk mencari seorang yang sangat ku sayangi. Kakakku pergi mengadu nasib di sini hingga bertemu dengan seorang sahabat lamanya yang sangat baik memberinya sebuah pekerjaan yang layak. Namun, sejak itu kakak tak pernah pulang. Dia hanya mengirimkan uang setiap bulan. Karena itu aku memutuskan untuk mencarinya ke sini. Sangat disayanngkan, kabar buruk menantiku rupanya
    Kakak meninggal beberapa saat sebelum aku menginjakkan kaki di kota ini. Aku terlunta-lunta, diperkosa, dan akhirnya terjerat kelicikan mucikari yang dengan kejamnya mempekerjakanku sebagai budak nafsu hidung belang. Aku memang sangat putus asa menjalani hidup sebagai wanita tak terhormat. Tapi alangkah lebih tak terhormat lagi bila aku bunuh diri.
    Aku menitipkan amanat pada dr. Indra sebelum kanker rahim yang bersemayam dalam tubuh ini mengakhiri penderitaanku. Aku berpesak agar bila aku telah menghembuskan nafas terakhir, organ hatiku didonorkan pada kamu, Stevan. Bukannya apa-apa, hanya ini yang bisa ku lakukan untuk menebus rasa bersalahku dan juga sebagai rasa terimakasihku atas kebeikan kalian kepadaku, dan kepada David!
    Saat membaca surat ini, malam demi malam telah berlalu tanpaada lagi tangisan dan jerit hati seekor kupu-kupu. Semoga hari esok akan lebih indah, Stevan..
    Doa tulus kami bersama kamu, Ana, dan Airin
    Terima kasih kami,
    Lyla & David

    (terima kasih penulis kepada semua sahabat yang selalu menebarkan semangat tiada henti)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: