Arsip untuk Januari, 2009

Tukang Cukur

Ini bukan menakut-nakuti. Tapi, perlu menjadi perhatian. Beberapa waktu lalu, tetangga saya sebut saja namanya Joko mengeluhkan di bagian tengkuknya terasa gatal-gatal. Ketika saya lihat ternyata, kulit tengkuk Joko terdapat semacam pulau kecil menghitam. Ia mengatakan itulah sumber gatal-gatal itu.

Ia mengatakan kalau sakaitnya itu didapat usai bercukur. Sebenarnya, ia sudah curiga dengan seoerang lelaki usai bercukur di tempat langganannya itu. Lelaki itu selalu menutupi bagian kepalanya.

Saya pikir, ini perlu disikapi. Sebab, becukur itu juga perlu kewaspadaan. Untung saja hanya penaykit gatal-gatal. coba kalau HIV, bisa kacau juga jadinya.

Kata dokter, penyakit HIV bisa ditularkan melalui pisau cukur. Ini yang perlu diwaspadai. Jangan sampai,  setelah bercukur, kita terkena virus HIV. Sebab, tukang cukur, kadang kurang mengerti dengan namanya kesehatan. Mereka mian hantam saja, tanpa menghiraukan sterilisasi peralatannya. Walaupun sepele, namun ini menyangkut kesehatan orang banyak.

Pemerintah perlu memikirkan ini. Penularan HIV tidak hanya melalui hubungan seks atau jarum suntik, pisau cukur bisa menularkan juga. Tukang cukur perlu diberikan penyuluhan kesehatan akan pentingnya sterilisasi.

Wisata ke Rumah Sakit

Wahai para pembalap jalanan, bacalah tulisan ini. Menurut penelitian ahli konstruksi jalan, ternyata aspal itu keras. Tidak pernah lunak walau sekalipun. Baik itu hujan maupun sedang panas terik. Aspal itu keras, pagi, siang, sore atau malam hari. Lalu kenapa pembalap kelas dunia akhirat masih saja ada?
Polda Sumatra Barat baru-baru ini melansir, angka kecelakaan lalulintas setiap tahunnya terus meningkat. Jumlah kecelakaan lalu lintas hingga November 2008, tercatat 3.384 kasus. Sebanyak 2.185 di antaranya melibatkan sepeda motor. Jumlah korban tewas 626 orang, luka berat 841 orang dan luka ringan 1.999 orang. Usia rata-rata pengendara yang kecelakaan itu antara usia 16 tahun hingga 20 tahun. Ini menandakan, setiap hari, hampir dua  nyawa melayang karena kecelakaan lalulintas.
Penyebabnya, karena pengendara sepeda motor itu ugal-ugalan dan tidak mematuhi peraturan lalulintas.
Tingginya angka kecelakaan di Sumbar ini, tidak juga membuat para pembalap jalanan ini sadar akan pentingnya keselamatan lalulintas. Nyawa hanya ada satu. Kalaulah dua diberikan Tuhan, tidak apa-apalah, pacu benarlah kendaraan kencang-kencang. Kalau bisa secepat petus, alis petir.
Soal kencang-kencang ini memang menjadi tolak ukur harga diri bagi anak muda yang berdarah panas. Mereka kalau sudah berkumpul, sering menceritakan kehebatan memacu kendaraan. Pantang mau kalah kalau bercerita. Awak ke Bukittinggi hanya tiga jam. Lihat awak, hanya dua jam.
Memacu roda dua secepat petus seperti menimbulkan nikmat sendiri bagi mereka. Tidak peduli pengguna jalan yang lain. Yang penting, kendaraan dipacu kencang. Padahal malaikat maut sudah mengintai dari jarak yang sangat dekat. Lanjutkan membaca ‘Wisata ke Rumah Sakit’

Dari Press Gathering Telkomsel 2008 di Jabar (1)

perahuPADANG–Asapnya masih mengepul di kawah dilingkupi perbukitan seperti sampan yang masih hijau. Bau melerangnya pun masih men¬yengat hidung. Ratusan orang setiap hari ke sana, menyaksikan kuasa Tuhan Yang Maha Pencipta.
Gunung Tangkuban Perahu yang berada di Kecamatan Lembang, Kabupa¬ten Bandung, Jawa Barat masih molek seperti dulu. Seperti gadis yang masih terjaga keasriannya. Tangan manusia hanya sekedar mempercantik kemolekannya. Kecantikan yang menyedot perhatian setiap orang untuk melihatnya.
Puluhan wartawan dari berbagai media di Sumatra bersama Telkomsel berkesempatan mengunjungi kemolekan Tangkuban Perahu. Kunjungan itu merupakan rangkaian dari  Press Gathering  Telkomsel 2008. Lanjutkan membaca ‘Dari Press Gathering Telkomsel 2008 di Jabar (1)’

Dari Press Gathering Telkomsel 2008 di Jawa Barat 2008 (2)

beriPADANG–Berwisata ke Jawa Barat tertuma ke Lembang, tidak cukup dengan hanya sekedar melihat-lihat pemadangan. Namun, masih ada aktifitas lain yang sangat mengasyikkan. Salah satunya menikmati agrowisata kebun stroberi.
Di perkebunan stroberi, wisatawan diperbolehkan memetik langsung buah asal negeri Paman Sam dalam jumlah yang sudah ditentukan pengelola. Selain memetik Anda juga bisa mencicipi langsung buah stroberi.
Perkebunan stroberi terdapat di Desa Cihideung, Kayu Ambon, jalan menuju Maribaya hingga jalan menuju Gunung Tangkuban Perahu. Konsep wisata seperti ini dinamakan strawberry walk. Wisatawan bisa berjalan melihat langsung kebuns troberi dan memetik sen­diri. Lanjutkan membaca ‘Dari Press Gathering Telkomsel 2008 di Jawa Barat 2008 (2)’


Tangkelek

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 300 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.