Arsip untuk Desember, 2008

Palestina yang Merana

Renungkanlah apa yang terjadi di Palestina itu. Secara kasat mata, kita melihat kekejaman negara Yahudi Israel membantai warga Palestina. Yang ada di benak bangsa Yahudi itu hanya membunuh dan membantai. Sehingga tidak punya lagi rasa kemanusiaan sedikitpun.

Orangtua, wanita, anak balita pun tidak luput dari peluru tajam dan bombardir mereka. Isak tangis dan bau amis darah membanjiri tanah Palestina. Kekejaman seperti itu sudah beraratus-ratus kali dilakukan. Tidak terhitung lagi nyawa melayang. Orangtua kehilangan anak, anak kehilangan orangtua. Sanak sudah tidak ada lagi, tewas idtembak tentara Israel.

Lalu dimanakah Islam? Islam sudah tidak seperti dulu lagi. Sejak kapitalis meracuni dunia, kemewahan diagung-agungkan, Islam sudah terjerembab ke dalam jurang paling dalam. Nabi Muhammad mungkin menangis, bila mengetahui umatnya seperti ini. Tidak berdaya, hidup di bawah ketiak Amerika. Lanjutkan membaca ‘Palestina yang Merana’

Guiness Book of Record Layak untuk Israel

Karena banyak “kekejaman” yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, makabrutal diusulkan Israel dimasukkan dalam Guiness Book of Record

Usulan ini disampaikan Isa Al Qadumi, salah satu peserta International Humanitarian Conference on Assistanship for Victim of Occupation (Konferensi Internasional untuk Kemanusiaan dan Penjajahan di Palestina), yang berlangsung di Jakarta Convention Center.

Sebagaimana diketahui, Guiness Book of Record merupakan buku catatan dunia yang merekam kejadian luar biasa atau kejadian-kejadian istimewa yang amat jarang terjadi. Melihat berbagai kekejaman keji yang dilakukan Israel, maka Negara Yahudi ini dinilai bisa diabadikan namanya dalam buku ini.

Menurut peserta yang berasal dari Kuwait ini. “Kelakuan” Isreal terhadap bangsa Palestina, telah memecahkan rekor. Banyak hal-hal aneh dan ganjil yang bisa ditemukan. Peserta yang selalu mengenakan jubah putih itu menjelaskan banyak poin “yang dikantongi” Israel yang bisa jadi “modal” untuk tampil sebagai pemecah rekor dalam banyak hal.

Al Qadumi mencatat 11 poin “keistimewaan” Israel. Diantaranya adalah;

1. Israel adalah satu-satunya negara yang diakui sebagai anggota PBB dengan syarat-syarat yang tidak pernah dipenuhi dan dipatuhi hingga kini.

2. Israel juga satu-satunya negara yang tidak memiliki batas-batas geografis yang jelas dengan negara-negara sekitarnya, dan itu berlangsung hingga saat ini. Lanjutkan membaca ‘Guiness Book of Record Layak untuk Israel’

Ketika Wartawan Mendemo Tentara

Oleh wartawan21Selasa siang (23/12) sekitar pukul 11.00 WIB sekitar 50 orang lebih wartawan Kota Padang yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Anti Kekerasan menggelar aksi damai untuk tiga rekan kami yang dilempari batu oknum Kompi C Senapan Siteba Padang. Aksi dimulai dari Kantor Padang Pers Club (PPC) Jalan Raden Saleh, menyisiri jalan Sudirman. Singgah sebentar ke Polda Sumbar, Korem hingga ke Kantor PWI Sumbar di Jalan Bagindo Aziz Chan Padang.
Sebelum menggelar aksi, kami para kuli tinta juga menyiapkan orat-oret dari karton yang berisikan tulisan tentang prostes atas tindak kekerasan yang dilakukan oknum TNI kepada tiga rekan kami. Tulisan itu di antaranya berbunyi ‘TNI Bukan Untuk Memukul Wartawan’, Hukum TNI Yang Lindungi Jambret’, Pena Lebih Tajam Dari Bedil, ‘Jurnalis Adalah Pembawa Wartawan Bukan Pembawa Petaka’, Hormati UU Pers No.40 tahun 1999′,
Saat meninggalkan markas di Jalan Raden Saleh seluruh wartawan diharuskan menggunakan helm untuk penutup kepala. Hal itu dilakukan agar wartawan siaga, kalau-kalau TNI kembali beraksi melempari wartawan dengan batu maka kepala bisa dilindungi. Seperti yang dialami rekan kami, Budi Sunandar (Global TV), Tomi Derafers (RCTI), Rian Taufik (ANTV). Mereka dilempari batu saat menjalankan tugas pada Senin malam sekitar pukul 20.15 WIB. Ketika itu mereka mendapat informasi tentang jambret yang dikejar Polantas yang bernama Novika Toni Syahputra. Saat mereka sampai di TKP, suasana sudah memanas dan Putra sapaan akrab untuk polisi yang berpangkat Bripda itu sudah babak belur oleh belasan oknum TNI. Lanjutkan membaca ‘Ketika Wartawan Mendemo Tentara’

Polisi Dikeroyok, Wartawan Ditodong Senpi

PADANG—Tidak pernah terbayangkan oleh Rian Taufik  kameramen ANTV ini sebelumnya. Rencana meliput berita di markas Kompi Bantuan C Batalyon 133 Yudha Sakti berakhir dengan pengusiran di bawah ancaman senjraerata api milik oknum TNI, Senin (22/12) malam.
Karena takut, rencana meliput dugaan kasus pengeroyokan 20 oknum TNI terhadap anggota Polri dari satuan lalulintas Polda Sumbar ini urung dilaksanakan. Bahkan, ia dilempari batu sebesar tinju oleh oknum TNI tersebut.
Tidak hanya Rian saja, Tomi kameramen RCTI dan Budi Sunandar kameramen Global TV ikut jadi sasaran. Batu melayang mengenai mereka. Ketiganya pun mengalami luka memar di sekujur tubuh akibat lemparan batu tersebut. Lanjutkan membaca ‘Polisi Dikeroyok, Wartawan Ditodong Senpi’

Resensi Buku; Menggugat Novel Laskar Pelangi

PADANG–Setiap karya tidak ada yang sempurna. Seperti kata pepa­tah, tidak ada gading yang tak retak. Hal ini berlaku terhadap novel karya Andrea Hirata Laskar Pelangi. Banyak yang takjub dengan novel tersebut. Kisahmimpi11 perjuangan anak-anak Belitong dalam meperoleh pendidikan demi mengejar cita-cita.

Laskar Pelangi adalah novel spektakuler. Ia laris hingga 600 ribu eksemplar. Itu luar biasa bagi novel Indonesia. Angka ini jauh melebihi terjemahan Harry Potter 1-4 yang tak sanggup melampaui angka 200 ribu eksemplar.

Namun, bagi Nurhady Sirimonok, novel tetralogi karya Andera Hirata, tidaklah tanpa cacat. Ada beberapa kritikan yang disam­paikan Nurhady melalui bukunya ‘Laskar Pemimpi; Andrea Hirata Pembacanya dan Modernisasi Indonesia terbitan INSISTPress. Lanjutkan membaca ‘Resensi Buku; Menggugat Novel Laskar Pelangi’


Tangkelek

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 300 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya