Ramadan di Padang, Musim Pasa Pabukoan

PADANG —“Beli onde-onde Rp5.000 ni, lalu gulai tambunsu (usus sapi) sama dendeng batokok,” pinta Sherly , 34, warga Lapai, Padang kepada salah seorang pedagang di Pasar Pabukoan di Lapangan Imam Bonjol, Padang . Setelah beberapa saat lamanya, akhirnya pesanan Sherly sudah terbungkus rapi di dalam kantong plastik.
“Buat buka puasa di rumah bersama keluarga,” ungkap Sherly ketika ditemui di Pasa Pabukoan Imam Bonjol, Padang. Ia mengaku, setiap tahun sering datang ke sana mencari makanan untuk berbuka puasa. Selain menjual makanan yang membuat berbuka menjadi nikmat, juga sekalian jalan-jalan sore menunggu waktu berbuka.
Sejak awal Ramadan pada 1 September lalu, Pemerintah Kota Padang menyulap lahan parkir sebelah barat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol menjadi pasar kaget menjual pabukoan.
Hal itu setiap tahun dilaksanakan Pemko Padang. Tujuannnya untuk menuntun para pedagang agar berjualan lebih tertib dan teratur. Juga sekaligus menjadikan RTH Imam Bonjol pusat pasa pabukoan di Kota Padang
Kepala Dinas Pasar Kota Padang Deno I Firmansyah mengatakan, sebanyak 160 pedagang berjualan di pasa pabukoan. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada pasa pabukoan ilegal di Padang.
”Setaip pedagang diberikan tempat khusus untuk berdagang. Kalau tidak dibuat seperti ini, pedagang seenaknya saja menggelar dagangan tanpa terkontrol pihak dinas pasar,” kata Deno.
Lokasi berdagang di abgi dua sisi. Sisi barat dan timur. Sehingga para pembeli leluasa berjalan di tengah sisi sambil melihat-lihat makanan yang hendak dibeli.
Kegiatan Pasa Pabukoan ini setiap tahun menjadi kegiatan rutin bagi pedagang musiman. Sehingga perlu kiranya bagi Pemerintah Kota Padang mengatur pedagang musiman ini agar tidak meluber ke jalan-jalanyang berakibat bisa memacetkan lalu lintas.
Masuk ke pasa pabukoan di Imam Bonjol, dipastikan para pembeli kebingungan untuk memilih. Sebab, makanan yang disajikan sudah pasti enak dan menggiurkan. Aneka macam makanan dan minuman yang dijual. Minuman misalnya, seperti cendol, cendol air mata pengantin, es rumput laut dan lainnya.
Untuk makanan, ternyata lebih spresifik. Sebab, para pedagang ada yang menjual makanan yang jarang ditemukan selain di Bulan Ramadan. Makanan itu seperti lamang, gulai kambing, pargede jagung, anyang, aneka macam kolak dan lainnya.
Bahkan, para pengunjung di RTH Imam Bonjol bisa membeli ikan bakar yang dibakar langsung oleh pedagang di tempat ia berdagang. Harganya pun relatif murah. Satu porsi ikan bakar berkisar sekitar Rp6.000 hingga Rp10 ribu.
Kendati demikian, tidak hanya di RTH Imam Bonjol saja terdapat Pasa Pabukoan. Hampir di setiap pinggir jalan di Kota Padang ditemukan keramaian pembeli membeli menu berbuka puasa. Para pedagang musiman ini, memanfaatkan momen Ramadan untuk mencari untung untuk berlebaran.
”Di sinilah letak uniknya Pasa Pabukoan,” kata Amril yang mengaku tinggal di Jalan Air Tawar Barat, Padang.
Menurutnya, ada yang unik di masing-masing Pasa Pabukoan yang ada di Kota Padang. Misalnya di Pasa Pabukoan yang terdapat di Seberang Padang. Di sana, ada makanan yang tidak biasanya ditemukan hadir di saat-sat Ramadan seperti sekarang ini.
”Seperti makanan anyang rawan. Makanan ini hanya dijual di Pasa Pabukoan yang ada di kawasan Seberang Padang. Tidak ada di tempat lain,” kata Amri.
Makanan itu terbuat dari pucuk daun pepaya yang masih muda. Direbus lalu dicampur dengan parutan kelapa yang terlebih dahulu diberi sambal lado. Konon kata orang yang sudah memakannya, anyang ini bisa meningkatkan vitalitas dan kebugaran tubuh saat menjalani ibadah puasa.

1 Response to “Ramadan di Padang, Musim Pasa Pabukoan”


  1. 1 Dian Propa September 14, 2008 pukul 4:31 pm

    Jadi pengen nyobail beli pabukoan di imam bonjol..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

September 2008
S S R K J S M
« Jul   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: