Gazia Keisha Ermeld

Gazia Keisha Ermeld. Nama itu kalau diartikan berarti Perempuan menarik hati putri dari Eriandi Melda Riani. Gabungan dari kata-kata indah yang ditemukan di dalam buku nama calon anak. Jauh hari sudah dipersiapkan bahkan hingga kelahirannya pada 2 Agustus 2008. Allah SWT punya perhitungan lain yang tidak seorangpun bisa mengetahuinya. Sempat menghirup udara di dunia ini selama 23 hari, ia dipanggil Sang Maha Khalik.

Putri kami itu lahir pada dini hari sekitar pukul 01.45 WIB di RS Siti Rahmah, melalui persalinan operasi cesar. Proses kelahiran seperti itu terpaksa  kami tempuh, karena istri saya sudah tidak bisa menahan sakit yang begitu nyeri.

Saya ditemani Bapak Khairul Jasmi dan sutan Muhammad Ridha menunggui proses kelahirannya. Detik-detik yang menegangkan. Ketika jam bolak-balik dilirik, akhirnya pintu operasi terbuka. Sayapun kemudian dipanggil perawat. Digendonganya tersembul wajah cantik dan bersih dibalut kain batik. Matanya menatap tajam kearahku manakala aku mengkhamatkan dia. Setelah itu, saya dipersilahkan keluar.

Diagnosa

Pertama lahir ke muka bumi, dari desahan nafasnya memang terdengar suara sepertti orang tidak mendengkur. Namun, kata perawat hal itu tidak apa-apa. Katanya ada lendir sedikit tenggorokannya. Sewaktu dibawa ke bangsal kata perawatnya, ditidurkan miring, nanti lendirinya akan keluar dengan sendirinya.

Sampai menjelang siang bunyi nafasnya semakin kuat saja. Bahkan dadanya sudah mulai sesak. Kata perawat tidak apa-apa. Namun, kekhawatiran mulai menjalar di dalam dada kami. Hingga datanglah dokter spesialis anak yang memeriksa. Katanya, Keisha (panggilan putri kami), harus dibawa ke runag anak dimasukkan ke dalam inkubator.

Atas persetujuan kami, akhirnya Keisha dibawa. Kami hanya bisa melihat dari pintu jendela. Dadanya cekung ke dalam. Nafasnya terus saja sesak. Hati saya sedih, melihat anak saya diinfus. Dipenuhi slang infus dan kabel.

Hingga pukul 23.45 WIB akhirnya  kami dipanggil kembali oleh dokter yang merawat. Katanya Keisha harus dirujuk RS Dr D Djamil Padang. Kami pun menyetujuinya. Demi anak, apapun akan dilakukan. Yang penting berusaha, Allah SWT yang menetukan.

Dengan menggunakan ambulance, saya menemani Keisha dirujuk RS Dr M Djamil Padang. Ia pun kemudian dironsen lalu dibawa ke ruang Covise. Esok paginya, dokter di RS bilang, kalau Keisha harus masuk ke ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Namun, karena di NICU ada bayi yang  dirawat, dokter itu bilang kalau di Covise saja. Ia dan tim lainnya akan berusaha semaksimal mungkin.

Tidak terasa sudah 12 hari Keisha dirawat. Ada sedikit perkembangan yang membuat kami memiliki sedikit harapan. Dimana, ASI yang diminumnya sudah mencapai 60 cc dari sebelumnya hanya 5 cc. Hari ke-13 Keisha dipindahkan ke ruang NICU.

Kata dokter yang merawat, Keisha mengalami pembengkakan kelenjar Thymus. Akibatnya kelenjar itu menekan paru-paru. Itulah yang membuatnya sesak nafas. Hanya  lima hari di sana, Kesiha pun dipindahkan masuk ke ruang pemulihan.

Bahagianya hati kami. Berarti sudah ada kemajuan yang cukup menjanjikan. Kata dokter, sesaknya sudah berangsur mulai sembuh. Selama dirawat dipemulihan, dadanya tidak sesesak sebelumnya. Bahkan kata dokter kelenjar thymusnya sudah tidak membengkak lagi. Untuk mengetahui penyebab datangnya sesak tiba-tiba, perlu penanganan dokter THT. Kami sempat bercanda kalau teman-teman Keisha yang ikut dirawat di sana seperti anak Punk. Sebab, dokter, memotong rambut kiri-kanan, disisakan rambut di tengah.

Jadilah, dokter THT yang memeriksa. Setelah dironsen, kata dokter, mungkin otot trakea (menelan) belum sempurna. Sehingga sewaktu meminum ASI, Keisha agak kesulitan dan kembali sesak secara tiba-tiba.

Pada 24 Agustus 2008, istri saya mengatakan, Keisha kembali sesak, bahkan raut mukanya sedikit pucat. Kata perawat, tidak apa-apa. Esok harinya, dari ujung kaki hingga kepala, sudah mulai memutih. Bahkan dadanya semakin sesak. Kata dokter,  ada lendir yang masuk ke dalam paru-paru (aspirasi). Kami pun pasrah kepada Illahi. Hingga pukul 14.30 WIB, Keisha dipanggil kembali oleh Allah.

Kami ikhlaskan ya..Allah. Kami tahu Engkau punya rencana yang tidak kami ketahui. Mungkin dengan  cara demikianlah Engkau membantu kami yang penuh dengan dosa ini. Amin…………….

2 Responses to “Gazia Keisha Ermeld”


  1. 1 Ryan Oktober 13, 2008 pukul 2:06 pm

    Turut berduka cita pak, semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan untuk menghadapi cobaan yang diberikanNya.

  2. 2 rieta Oktober 20, 2008 pukul 3:19 pm

    assalamua’alaikum,
    bang, ta turut berduka cita ya. maaf ta baru tau, setelah ta buka-buka blog abang. abang dan ka rini sabar ya, pasti ada kebahagian lain dibalik semua ini…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

September 2008
S S R K J S M
« Jul   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: