BBM Naik, Kapan Turun

Tidak terasa, sudah 10 tahun reformasi begulir di Indonesia. Reformasi yang ditandai tumbangnya kekuasaan Soeharto di tangan mahasiswa. Mei 2008, bulan bersejarah bagi perjuangan mahasiswa dan rakyat dalam mewujudkan cita-cita perubahan Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

Mei, dintadai jatuhnya korban dari mahasiswa akibat peluru tajam. Hingga saat ini, siapa otak dari pembunuhan  terhadpa mahasiswa Trisakti tidak pernah terungkap. Jadilah seperti lakon, penuh dengan misteri.

10 Tahun reformasi, rakyat dan mahasiswa mendapat kado yang cukup menghentak. Pemerintah SBY-JK dengan alasan naiknya harga minyak dunia, dengan berat hati terpaksa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Rakyat dan mahasiswa terpukul? tentu saja. 10 tahun reformasi dengan harapan Indonesia menuju arah yang lebih baik, ternyata tidak seperti harapan. Indonesia yang bersih, adil dan makmur serta mensejahterakan rakyatnya masih jauh dalam angan-angan. Impian yang ditiup oleh angin. Mudah disebut, dan mudah hilang.

Ketidakterimaaan rakyat dan hasiswa ditandai dengan demonstrasi dimana-mana. Hampir di seantero nusantara ini, mahasiswa berbondong-bong berteriak lantang menunjukkan ketidaksenangan dengan kenaikan BBM. Siang hari yang panas, tidak menjadi halangan. Berjalan puluhan kilometer  untuk mengungkapkan aspirasi tidak jadi soal.

Bentrok pun terkadang tidak terhindarkan. Mahasiwa kembali beradu otot dengan polisi. Tidak cukup dengan kata-kata, bentrok menjadi pilihan. Entah siapa yang menanngguk di air keruh. Setan yang ada di belakang tertawa terpingkal-pingkal melihat mahasiswa dan polisi saling bentrok. Mahasiswa dan polisi berdarah-darah.

10 tahun reformasi, kembali ada yang mencoba mencari popularitas. Di saat mahasiwa berteriak lantang di depan massa, politikus mencari selamat. Mereka bertindak seperti pahlawan di tengah konflik.  Kenapa BBM naik? mengapa dinaikkan?  tidak adakha jalan lain? pemerintah seharusnya tidak begitu? pemerintah harus begini? entahlah….

Kenapa politikus atau partai tidak berteriak lantang. Ikut pula berunjukrasa dengan mahasiswa atau kalau mau dengan cara elegan, panggil Presiden, ajukan hak interpelasi. Jangan hanya bicara lewat media. Sekali lagi tunjukan sebagai wakil rakyat.

Pemerintah harus juga berfikir, dengan nasib rakyat. Penduduk Indonesia itu 220 juta jiwa. Bukan hanya di Jawa saja atau Kalimantan. Indonesia itu terbentang dari Sabang sampai Merauke. (Tim-Tim tidak).

Mengapa rakyat yang terus berkorban? Kenapa para pejabat dan orang kaya tidak ikut berkorban pula seperti rakyat.  Sumbangkan uang anda atau potong gaji anda untuk rakyat.  Jangan hanya mementingkan kehidupan pribadi atau kelompok.

Rakyat ini sudah menderita. Tidak terbacakah atau terlihat di televisi ada rakyat yang hidup dengan makan tanah bukannya nasi. Ada rakyat yang tertidur dengan selembar kardus, tanpa dinding, AC atau kipas angin. Langit kelam dan bintang jadi teman. Ada rakyat yang terlunta-lunta di jalanan.

Sepertinya anda yang ada di atas, perlu magang atau mencoba hidup menjadi rakyat biasa. Rakyat yang kesulitan dalam mengurus KTP. Rakyat yang tidak punay uang untuk berobat. Rakyat yang hanya makan satu kali dalam sehari itupun kalau ada. Rasakan hidup mereka dalam satu minggu saja.

BLT tidak memecahkan persoalan. BLT mengajarkan rakyat menjadi pengemis. Cukuplah pejabat di atas sana yang mengemis kepada negara lain. Rakyat ini disuruh tegar dan sabar. Tidak perlu disuruh, rakyat sudah terlatih dengan dua hal itu, bahkan sudah menjadi budaya. Sedari dulu mereka sudah tegar dan sabar.

BBM sudah naik, kapan turun?

 

   

    

5 Responses to “BBM Naik, Kapan Turun”


  1. 1 max Mei 29, 2008 pukul 2:36 am

    mana nih pengumuman kopdar III di sini?😀

  2. 2 renanproject.com Juni 5, 2008 pukul 3:30 pm

    bbm naik. ayo kita pakai sepedaaaa🙂

  3. 3 Alex Juni 9, 2008 pukul 6:54 am

    Ass.
    jarang update yo da ??

    salam kenal yo da

  4. 4 www.renanproject.com Juni 16, 2008 pukul 6:23 am

    sepertinya harga bbm ngga akan turun.. kita cari jalan lain saja pakai sepeda

  5. 5 harfianto Juni 18, 2008 pukul 2:45 pm

    kalau dah naik, ngak mungkin turun. mirip ama politisi kita.. salam bang lelek


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: