Rumah (yang) Sakit

Menyedihkan, di negara yang katanya hak asasi manusia (HAM) rakyatnya diakui bahkan tercatat di dalam pasal 34 di UUD 1945, masih ada saja yang belum menikmatinya. Di ayat 1 tertulis, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Lalu pada ayat 2 negara mengembangkan sistim jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Ayat ke-3, negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Jauh panggang dari api. Tengok saja perlakuan tenaga medis di rumah sakit plat merah. Pasien dianggap tidak ada artinya.

Melihat kasus yang terjadi di Solok, pasien miskin ditolak rumah sakt, ini bukan pertamakalinya terjadi. Hampir di sebagai besar rumah sakit plat merah, kalau pasien miskin dianggap tidak ada artinya.

Teriungat oleh saya lagu Iwan Fals dengan judul “Ambulan Zig-Zag”. Dimana di dalam lagu itu diceritakan, ketika si pasien miskin berobat, terpaksa antre. Sedangkan pasien bergelimang perhiasan, menjadi prioritas. Padahal, sakitnya cuma pingsan. Sementara si pasien miskin terpaksa menunggu, padahal sakitnya karena luka bakar butuh penanganan dokter secepatnya.

Hal ini kerap terjadi. Si miskin kalau berobat ke rumah sakit, harus menunggu berjam-jam. Itupun tidak ditangani semestinya. Si pasien harus mengisi blangko ini, itu baru ditangani, lewat meja ini, itu. Bandingkan dengan orang kaya, perawat bergegas segera memberikan pertolongan. Di dokter langsung pasang muka ramah menangani pasien. Bahkan kalau perlu, ke wc juga diantar.

Pernah suatu kali saya menjenguk teman berobat di rumah sakit plat merah. Ia bisa dianggap cukup kaya dan dikenal luas kalanangan pejabat. Kepadanya diberikan segala fasilitas yang kelas I. Di ruangannya ada kulkas, air conditioner, televisi, kamar mandi, ruangan luas, sofa.

Sunguh nyaman berada di sana, Layaknya di sebuah kamar hotel berbintang. Ingin apa saja tinggal pencet tombol. Perawat pun datang. Dokter pun dengan rutin memeriksa kondisi penyakitnya. Jadilah ia seperti raja.

Ketika melintas pulang, saya melihat pemandangan yang berbeda, ketika seorang pasien miskin masuk ruang Instalasi Gawat Darurat. Pasien itu menderita luka parah karena kecelakaan. Setelah ditangani dengan hanya menghentikan pendaharaannya saja, si dokter kemudian berlalu.

Usut punya usut ternyat pasien itu tidak punya uang untuk berobat. Pasien itu dibiarkannya tergeletak tidak berdaya di ruang itu. Setelah berjam-jam menunggu barulah si dokter kembali mengurus pasien itu. Saudara pasien itu kemudian marah-marah dan membawa korban itu dari rumah sakit.

Di RSUD juga terjadi hal demikian. Seorang pemuda kecelakaan, ia pun menalami luka sangat partah dan butuh penanganan. Korban itu kemudian dibantu dengan mobil pikup dibawa ke RSUD. Sesampainya di rumah sakit, bukannya ditolong, pasien itu dibiarkannya dalam keadaan korma. Tidak ada satupun perawat atau dokter bertugas. Mungkin karena malam sudah terlalu larut.

Ketika keluarga korban memeriksa kondisnya, ternyata pasien itu sudah meninggal. Marahlah keluarga pasien itu. Bersama-sama mereka menghancurkan rumah sakit. Siapa yang salah, kita tidak tahu. Yang namanya orang sudah terlanjur kecewa dan marah, bisa saja berbuat demikian.

Melihat kondisi seperti itu, sebaiknya, dokter dan perawat di rumah sakit serta manejemennya perlu diobati. Mungkin dengan cara melalui tes psikologi. Jangan sampai, orang sakit diobati manajemen yang sakit. Bukannya sembuh malah tambah parah.

0 Responses to “Rumah (yang) Sakit”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: