Kadinas Pertanian Limapuluh Kota Ditahan

Padang–Tim penyidik kejaksaan Negeri Kota Payakumbuh, Selasa (25/3) menahan Kepala Dinas Pertanaian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, Ir Sulaiman. Diduga tersangka telah melakukan korupsi penyelewengan bantuan racun hama tanaman bagi petani yang menjadi korban bencana alam tahun 2006. Tersangka kemudian dibawa ke rumah tahanan Payakumbuh berdasarkan Surat Perintah Penahanan No. Print.-203/N.3/12/FD-1/03/2008 yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Sungarpin, S.H.
Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Sungarpin kepada wartawan, mengatakan, dugaan koruspi yang dilakukan tersangka sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp106 juta.
“Kami menjerat tersangka dengan Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.
Sebelumnya pihak kejaksaan sudah memanggil 19 saksi utnuk diperiksa. Setelah didapat data dan alat bukti yang cukup, maka Sulaiman ditetapkan menjadi tersangka untuk kemudian menjalani penahanan.
Dugaan korupsi, bermula dari turunya bantuan dua jenis racun tanaman yakni Anfil dan Aploud untuk petani di Kabupaten Limapuluh Kota yang terkena bencana alam tahun 2006. Racun tersebut berguna untuk membasmi hama, cendawan serta hama lainnya.  Selanjutnya, racun hama tersebut seharusnya disimpan di sejumlah tempat yang sudah ditetapkan. Seperti untuk jatah Kecamatan Harau, disimpan di Tanjung Pati. Sedangkan untuk Kecamatan Akabilur, disimpan di Luak dan Sariaklaweh.
Tidak sampainya bantuan racun itu, diduga pihak pembawa bantuan tidak mengenal letak lokasi penyimpanan yang disediakan pihak Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura. Sehingga bantuan yang sedianya untuk Akibiluru, diturunkan di Lareh Sago Halaban. Lalu, dipindahkan ke Padang Mangateh, dengan sebab yang belum diketahui. Sekitar Maret 2007, racun berjumlah 30 kardus dan disimpan di Padang Mangateh itu, ternyata sudah raib semua. Sementara racun di Tanjung Pati berjumlah 30 kardus, tinggal 10 kardus atau hilang 20 kardus. Dari keterangan sejumlah saksi yang diperiksa pihak Kejaksaan, disimpulkan, bantuan racun untuk bencana alam yang hilang itu diduga dibawa ke kawasan Mudiak (Utara Kabupaten Limapuluh Kota) atas perintah Sulaiman. Bantuan ini baru dinyatakan raib, bulan Juli 2007.
Kuasa hukum tersangka Zuhril Amal, S.H., mengatakan, kliennya tidak bersalah dalam kasus tersebut. Sebab, urusan distribusi bukanlah menjadi wewenang Sulaiman. Melainkan menjadi tanggungjawab pemerintah pusat dan PT Hyang Sang Sri untuk mendistrubusikannya. Pur

1 Response to “Kadinas Pertanian Limapuluh Kota Ditahan”


  1. 1 kw April 3, 2008 pukul 5:01 pm

    serem ya, dimana mana korupsi…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: