Terbukti Korupsi, Sekda Mentawai Dihukum

Padang–Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Menawai Drs Kurnia Sakerebau bergegas keluar ruangan sidang di Pengadilan Negeri Padang. Ia menangis ketika majelis hakim menghukumnya dua tahun penjara, denda Rp200 juta subsidair dua bulan penjara, Selasa (12/2). Selain itu, terdakwa diwajibkan untuk membayar uang penganti sebesar Rp1.197.300.000.

Dalam sidang terpisah, majelis hakim juga menvonis Bendahara, Adolf Bastian Sabola dengan hukuman yang sama yakni  dua tahun penjara, denda Rp200 juta, subsidair dua bulan penjara. Selain itu, terdakwa diwajibkan untuk membayar uang penganti sebesar Rp Rp1.197.300.000.

Hakim memaparkan, kedua terdakwa telah berbukti bersalah melang­gar pasal 3 ayat 1 jo 18 ayat 1 UU NO 20 tahun 2001 tentang peru­bahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan subsidair. “Kami pikir-pikir dulu,” kata Adolf Sabola. Keduanya terbukti melakukan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) sehingga negara dirugikan sebesar Rp1,1 miliar.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Novriandi dan Alexander Zaldi, S.H, menuntut dia lima tahun penjara, denda Rp200 juta dan subsidair tiga bulan. Selain itu terdakwa juga harus membayar uang pengganti sebanyak Rp1.197.300.000.

Dia dijerat pasal 2 ayat 1 jo 18 ayat 1 UU NO 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tetang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kurnia Sakerebau dihadapkan ke Pengadilan Negeri Padang, karena diduga telah melakukan dugaan korupsi merugikan keuangan negara sebesar Rp1,1 miliar lebih.

Perbuatan terdakwa itu terungkap setelah BPKP melakukan audit keuangan negara. Perbuatan itu dilakukan terdakwa dalam pelaksa­naan kegiatan BOP, SLTP/MTsN, SMK Ranting Dinas, Pengadaan Buku, DPP Guru TK dan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar BPM Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2003 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Terdakwa Kurnia Sakerebau berdasarkan Surat Keputusan Bupati No UP.102/XII/BKM/2001 pada 29 Desember 2001 diangkat menjadi Kepala Dinas P dan K. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati mentawai No 59 tahun 2003 pada 10 Maret 2003 diangkat sebagai Pimpinan pelaksa­naan kegiatan BOP, SLTP/MTsN, SMK Ranting Dinas, Pengadaan Buku, DPP Guru TK dan Peningkatan Mutu Guru Inti, Pendidikan Dasar PBM Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2003 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dana pelaksanaan anggaran diambil dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp3 miliar untuk pelaksanaan kegiatan BOP, SLTP/MTsN, SMK Ranting Dinas, Pengadaan Buku, DPP Guru TK. Sedangkan  Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar BPM Berprestasi dan Peningkatan Mutu Guru Inti juga dari DAU sebesar Rp2,1 miliar.

Namun dalam pelaksanaan penyaluran BOP, SLTP/MTsN, SMK Ranting Dinas, Pengadaan Buku, DPP Guru TK dan Peningkatan Mutu Pendidi­kan Dasar BPM, DPP Guru TK dan Peningkatan Mutu Guru Inti, selaku pimpinan terdakwa tidak membuat juklak.

Untuk mempertanggungjawabkan penggunaan uang kegiatan SD/MI SLTP/MTsN, SMK Ranting Dinas, Pengadaan Buku, DPP Guru TK dan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar, Kurnia menyuruh Adolf Bastian Sabola membuat bukti pengeluaran dengan cara, membuat tandaterima fiktif sebesar Rp163.200.000. Tandatangan seluruh guru penerima

fiktif seolah-olah dana tersebut telah disalurkan. Selain itu, terdakwa juga melakukan pemotongan dana BOP dengan mengatakan uang itu adalah pinjaman sementara.

Untuk kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar BPM Berprestasi dan Mutu Guru Inti, dana sebanyak Rp964.500.000 tidak pernah digunakan dan diserahkan kepada Adolf Bastian. Sehingga penggu­naan dana tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk SPJ.

 

1 Response to “Terbukti Korupsi, Sekda Mentawai Dihukum”


  1. 1 luther matheus April 23, 2008 pukul 4:51 am

    makanya, nggak usah makan uang negaralah.ada pepatah mengatakan “berani berbuat berani bertanggung jawab”.itulah yang pantas diberikan kepada kedua oarang yang sukanya makan uang negara.apalagi uang itu digunakan untuk penunjang pedidikan…apa jadinya mentawai kalau kurang pendidikan???
    apa belum muat perutnya makan uang negara??harusnya mereaka itu bersyukur sudah dikasi pekerjaan.dan tugas itupun harus dilaksanakan dengan baik bukan merusaknya…
    apa nggak malu sama publik??apalagi sampai nangis gituan?apa nggak konyol.itu aja masih 2 tahun penjara,belum lagi 5 tahun.dan saya sangat salut kepada penegak hukum.memang hukum itu harus ditegakkan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: