Cacing Jadi Nafkah Keluarga

cacing1.jpg
Padang–Cacing-cacing itu bergelayutan bermain-main di sela-sela jari Mira, 36. Wanita itu tidak terlihat geli, takut ataupun jijik. Dengan cekatan ia pun kemudian memindahkan cacing-cacing itu ke bak yang sudah ditersedia untuk dibersihkan. Sedari tadi, sudah lima ember cacing yang sudah dipindahkannya ke bak.

Jutaan cacing sebesar rambut itu sudah menjadi pemandangan yang biasa baginya. Tapi belum tentu dengan orang yang pertama kali melihat.

Cacing-cacing itu menjadi sumber nafkah bagi Mira dan beberapa orang pencari cacing. “Itu bukan sembarang cacing, tapi cacing berkualitas ekspor,” ungkap Mira sembari menujuk beberapa buah ember yang isinya masih belum dipindahkan.

Tidak hanya pengusaha makanan ikan dari Padang saja yang memesan cacing dari Mira. Banyak juga langganannya yang berasal dari luar kota. Bahkan ada sejumlah pengusaha makanan ikan yang mengekspor cacingnya ke Brunei Darussalam, Malaysia, Singapur dan Thailand.

Apalagi cacing yang berasal dari sungai Seberang Padang tempat ia biasanya mencari. Cacing yang berasal dari sana menurut beberapa pelanggannya lebih tahan lama dan lebih disukai oleh ikan hias. Sebab, cacing di sana lebih halus dibandingkan cacing dari sungai yang lain.

Cacing itu menurut Mira, makanan yang spesial bagi ikan hias antara lain seperti lou han, arwana, mas, dan lainya. Konon kata orang, setiap pemilik ikan hias yang memberi makan ikannya cacing, maka kondisi ikannya akan tumbuh lebih cepat. Bahkan seperti ikan lou han misalnya, warnanya kulit ikan terlihat lebih kemilau.

Bagi Mira, tidak satupun yang perlu ditakutkan walau itu menjadi pencari cacing yang bagi sebagian orang menggelikan juga menjijikkan. Binatang melata itu sudah menghidupi keluarganya selama enam tahun.

Sungai yang bau, tidak halangan baginya mencari cacing. Kotoran atau limbah rumah tangga, sudah bagian kehariannya.

Selama menjadi pencari cacing, tidak sekalipun ia terkena penyakit kulit. “Gatal-gatal sedikit ada juga, tapi sudah biasa. dibawa mandi pun gatal-gatal itu juga hilang,” kata Mira lagi.

Sehari ia bisa mendapatkan sebanyak 30 ember cacing. Ia mengerahkan lima orang pekerja untuk mencari cacing-cacing itu. Biasanya mereka mendapatkan cacing di sepanjang aliran sungai Seberang Padang. Dari 30 ember cacing itu, ia bisa menghasilkan sebanyak 100 kaleng cacing. Satu kaleng cacing ia jual seharga Rp5.000. Sementara lima orang anak buahnya per harinya ia gaji Rp10 ribu per orang.

Mereka mulai mencari cacing sekitar pukul 08.00 WIB. Menjelang istarahat siang, cacing-cacing yang mereka dapatkan kemudian dibawa ke tempat penjualan yang berada di rumah Mira yang berjarak sekitar 5 Km dari lokasi.

Usai istarahat, pekerjaan itu dilanjutkan kembali sampai pukul 17.00 WIB. Seharinya kata Mira, ia dan anak buahnya bisa mendapatkan cacing sebanyak 30 ember. Namun, tidak setiap hari ia bisa mendapatkan sebanyak itu. Faktor cuacana menjadi kendala terbesar dalam pekerjaannya itu.

Apabila air sungai berwarna kuning, maka sudah dapat dipastikan, cacing-cacing tersebut akan berlimpah-limpah. Namun, akalau sedang kondisi kemarau, cacing sulit dicari. Bahkan kalaupun ada, ia hanya bisa mendapatkan 10 ember saja.

Sebagai sarana transportasi, Mira mengggunakan becak untuk mengangkut dan mengantar anak buahnya. Setiap hari ia mengayuh becak dari kawasan Jati ke sungai Seberang Padang.

Tidak pernah sekalipun terfikirkan olehnya kalau menjadi seorang pencari cacing. Wanita yang mengaku berasal dari Indramayu sudah terbiasa dengan hidup yang keras.

Suaminya sendiri sehari-harinya menjual cacing itu di rumah, sambil bekerja mencuci sepeda motor. Anak-anaknya sendiri sebanyak lima orang semuanya bersekolah. Ia berharap anak-anaknya itu tidak seperti ibunya yang buta huruf.

“Apapun akan saya lakoni, asal bisa untuk makan-anak-anak saya,” katanya.

1 Response to “Cacing Jadi Nafkah Keluarga”


  1. 1 zool Juni 7, 2008 pukul 6:52 pm

    Menarik sungguh untuk diikuti oleh penternak Malaysia..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: