Nabi Al-Qiyadah Tobat

Jakarta , Singgalang–Setelah berdiskusi selama dua hari dua malam dengan sejumlah ulama, nabi aliran sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah, Ahmad Moshaddeq akhirnya tobat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar. Tobat tersebut berlanusng Jumat (9/11) sore di Gedung Utama Polda Metro Jaya, Jakarta tempat ia ditahan. Setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, Moshaddeq berjanji tidak akan lagi menyebarkan ajaran yang pernah disampaikan kepada pengikutnya. Perosesi tobat dipandu pakar ilmu komunikasi, Bachtiar Ali. Pada acara yang juga dihadiri sejumlah tokoh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU), seperti KH Agus Miftah, H. Amidhan dan KH Said Agil Siraj, Moshaddeq menyatakan bahwa menarik semua pernyataan terkait ajarannya yang telah disampaikan di hadapan publik.

“Saya menarik seluruh pernyataan saya tentang Nabi dan Rasul,” katanya. Diakui, tobat dilakukannya setelah berdialog selama dua hari dua malam dengan para ulama. Menurut dia, dalam dua hari terakhir, sejumlah ulama, antara lain Said Agil Siraj, Bachtiar Ali, Agus Miftah dan H. Amidhan telah memberinya pencerahan. Dalam pernyataannya, Moshaddeq menegaskan, mencabut kembali pernyataan yang disampaikan dimuka umum dalam bentuk apapun, termasuk pernyataan tentang kenabian dan kerasulannya. “Untuk selanjutnya saya nyatakan bahwa saya hanyalah manusia biasa dan saya hanyalah penyampai risalah yang dalam bahasa populer disebut da’i atau mubalig,” katanya. Moshaddeq juga menyatakan keimanannya akan Islam dan taat pada rukun Iman. Ia juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir dan hal itu sudah menjadi keyakinan para ulama dan umat Islam.

Ia membantah anggapan masyarakat, bahwa dia menghapus salat, puasa maupun ajaran agama Islam yang lain. Pada kesempatan itu, Said Agil sempat menanyakan langsung kepada Moshaddeq soal rukun Iman dan rukun Islam. Moshadeqq tidak saja mampu menjawab secara urut, tapi juga memberikan penjelasan seperti seseorang yang sedang berdakwah. Bahkan karena keterangannya terlalu panjang Said minta agar diperpendek. Terkait dengan para jamaahnya yang telah tersebar di sejumlah wilayah Indonesia , agar tetap tenang dan menaati proses hukum yang dijalani sebagai kasus penistaan agama di Polda Metro Jaya. Moshaddeq kini berstatus tersangka dan kini ditahan atas tuduhan penistaan agama. Sebelumnya ia menyerahkan diri ke polisi pekan lalu. Pemerintah telah mengeluarkan larangan terhadap ajaran tersebut karena dinilai sesat dan menodai ajaran Islam.

Kemarin, Moshaddeq tampak santai. Mengenakan jaket hitam, peci serta kemeja yang rapi. Senyumannya selalu muncul di muka umum. Acara pertobatan berlangsung di lantai dua, gedung Direktorat Kriminal Umum Mapolda Metro Jaya di Jalan Gatot Subroto.

Tobat pula
Kantor berita Antara kemarin juga melaporkan, tobat anggota Al-Qiyadah Al-Islamiyah juga berlangsung di dua tempat, di Surabaya dan Bandarlampung. Di Surabaya 21 anggota aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah tobat di Masjid Nurul Huda Polda Jatim. Sedangkan di Bandarlampung tiga pengikut Al-Qiyadah yang tobat bernama Febrian Murdani, 21, Ahmadi Asyikin, 50, dan Ponco Nugroho, 27. Pertobatan berlangsung di Masjid Taqwa Bhayangkara, dipimpin Ketua MUI setempat K.H. Akhmad Sobari. Di Padang sebelumnya sejumlah anggota Al-Qiyadah juga sudah tobat, sedangkan pimpinannya Dedi Priadi masih ditahan, setelah pekan lalu ditangkap di sebuah hotel di Padang dan belum menyatakan tobat.

Tadi malam, Ami Siska, 22, salah seorang pengikut aliran sesat di Padang juga bertobat di Masjid Al-Hidayah, Jalan Karet No. 15 Padang. Di hadapan jemaah, tokoh masyarakat, pengurus mesjid dan orangtuanya, Ami sebelumnya menceritakan ketertarikannya terhadap Al-Qiyadah Al-Islamiyah, semata-mata karena rasa keingintahuannya. Menurutnya, selama tiga kali mengikuti pengajian dengan kelompok aliran sesat tersebut, pengajaran yang diajarkan oleh gurunya memang berasal dari Alquran. “Tapi di setiap ujung ayat yang diajarkannya bacaannya diubah,” katanya. Tentang kakaknya, Andi, 25, yang hingga saat ini masih memegang teguh ajaran tersebut, Ami berharap agar kakaknya kembali kepada ajaran Islam yang benar.

1 Response to “Nabi Al-Qiyadah Tobat”


  1. 1 Haniv Damarjati Maret 17, 2008 pukul 12:44 pm

    ALLAH dapat membuat hambanya bertambah cinta pada Dia, dengan berbagai cara.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: