Tujuh Pengikut Al-Qiyadah Tobat

Padang , Singgalang–Sehari kemarin, tujuh orang pengikut aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah Padang menyatakan tobat. Mereka dibimbing membacakan Dua Kalimah Syahadat. Dua orang di kantor MUI Sumbar, lima di Masjid Darul Ulum, komplek perumahan Unand. Dengan demikian sudah delapan pengikut ajaran sesat ini yang kembali ke ajaran Islam. Sebelumnya Minggu lalu seorang pengikut Al-Qiyadah juga melakukan tobat di Masjid Wustha, Padang . Tadi malam di Masjid Durul Ulum, di kompleks Unand disyahadatkan Mardimin, 50 dan istrinya Yurniati, 45, seorang satu anaknya bernama Ari, 15. Dua lainnya adalah Sarah, 18 dan Ayu, 20.

Prosesi pengucapan Dua Kalimah Syahadat dipimpin H. Gusrizal Gazahar, Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar, disaksikan ratusan masyarakat sekitarnya kompleks tersebut. Pengucapan syahadat berlangsung pukul 20.45 WIB. Sebelumnya Gusrizal memberikan tausyiah singkat. “MUI telah melakukan kajian selama enam bulan, sebelum menyatakan Al Qiyadah Al Islamiyah sesat,” kata Gusrizal. Kajian dilakukan dengan data-data yang ada, buku-buku, kemudian mengkajinya dengan Alquran dan Sunnah serta ilmu dari para ulama. Kepada kelima pengikut Al-Qiyadah tersebut, dimintai keterangan dan kepastian untuk tidak mengimani apapun ajaran yang selama ini dianutnya. Meski terlihat tegang dan terkesan di bawah intimidasi warga, kelimanya berjanji setia terhadap Islam dengan nabi dan rasul terakhir Muhammad. SAW.

Sarah, gadis mungil yang mendapat giliran pertama terlihat tegang dan sempat gugup ketika menyatakan janji dan sumpah setianya. Dan baru benar-benar lancar di saat melafazkan dua kalimah syahadat. “Saya berjanji tidak meyakini lagi adanya Rasulullah selain Muhammad SAW. “ Asyhadu Allah Ila Ha il Lallah, Wa Asyahduanna Muhammdarusullah ,” begitu i ucapkan sambil diakhiri oleh semua hadirin dengan Allahuakbar! . Berturut-turut setelah itu Yurniati, Ari, Mardimin dan Ayu. Dari keterangannya kepada wartawan tadi malam, Mardimin yang menjabat Kasubag Pendidikan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, mengaku telah menganut Al-Qiyadah Al-Islamiyah sejak tahun 2006 setelah diajak rekan-rekannya. “Saya masuk Al-Qiyadah Al-Islamiyah sejak tahun 2006 karena diajak teman-teman,” katanya menjelaskan.

Dalam keterangannya Mardimin menyebutkan, untuk benar-benar menjadi penganut Islam memang harus ada pengakuan dari dalam diri. Bukan karena ada paksaan. Sementara istri Mardimini, keikutsertaannya murni karena ajakan suami, sejak enam bulan yang lalu. Begitu juga Sarah, karena ajakan Yurniati sang etek yang membawanya ke aliran sesat ini. “ Alah anam bulan kolah . Awalnya diajak suami. Tapi awak sajak sabalun puaso alah maninggakan ajaran tu, karano Pak RT alah malarang sabalunnyo. Namun suami jalan taruih ,” paparnya.

Sedangkan Ari mengaku, baru satu bulan lalu bergabung bersama ayah ibu dan sepupunya. Dari penuturannya itu, juga diperoleh informasi, dari enam anaknya, baru satu orang yang ikut. “ Indak ado nan beda doh dalam sumbahyang. Urang se nan malabiah-labiahkan, tatap jo limo kali sahari nyoh. Cuma Rasul kami nan babeda ,” kata Ari menjelaskan. Namun demikian ia mengakui, sejak masuk aliran Al-Qiyadah, kadang dalam keluarganya itu ada yang salatnya cuma sekali dalam sehari semalam. Sayang, informasi mendalam tidak berhasil diperoleh dari Ayu. mahasiswi Unand. Begitu selesai prosesi syahadat, ia langsung dilarikan oleh keluarganya keluar masjid. Sedangkan Yurniati yang ditanya usai pengucapan syahadat menyatakan plong. “Perasaan saya tenang,” katanya singkat.

Dua di MUI
Kamsis siang kemarin, dua orang pengikut Al-Qiyadah Al-Islamiyah juga mengucapkan syahadat dan menyatakan kembali kepada ajaran Islam yang benar di kantor MUI Sumbar. Mereka adalah Dasril Darwin, 59, dan Rustam, 66, warga Lubuk Bagalung Padang. Kedua mengucapkan Dua Kalimah Syahadat di hadapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Front Masyarakat Pembela Islam (FMPI), Forum Lintas Bersama (Libas), Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Masyarakat Muslim (GMM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sebelum disyahadatkan, keduanya didampingi keluarga menyerahkan dua surat pernyataan di atas segel Rp6.000 serta menyatakan bertobat dan kembali ke ajarah Islam. Dalam surat pernyataan yang diketahui Lurah, dinyatakan sudah 7 bulan tidak lagi mengikuti ajaran Al-Qiyadah Al-Islami. Ketua Bidang Ukhuwah dan Kerukunan Umat Beragama, MUI Sumbar, H Rusidy menyatakan, tobat dan kembalinya mereka ke ajaran tauhid Islam disambut haru dan gembira MUI. “Kita imbau kepada pengikuti Al-Qiyadah Al-Islamiyah lainnya untuk kembali pula ke ajaran tauhid Islam yang sebenarnya,” katanya.

0 Responses to “Tujuh Pengikut Al-Qiyadah Tobat”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: