Sedang Lelap, Gempa Mengguncang

 

Padang, Singgalang–Kota Padang dan kawasan Pesisir Selatan serta Mentawai, Rabu (24/10) sekitar pukul 02.56 WIB, saat warga sedang lelap digoyang gempa. Badan Meteorologi dan Geofisika mencatat, kekuatan gempa sekitar 6,1 SR berada di wilayah 135 Km Barat daya Painan.

Pemantau gempa di BMG Padang Panjang Sugeng Prayitno menyatakan, gempa itu terletak pada 2.13 derajat Lintang Selatan (LS) -99.63 derajat Bujur Timur (BT). Kedalaman gempa mencapai 20 Km. Katanya, lokasi gempa persisnya di Pulau Sipora/Pagai. Ini adalah gempa susulan dari gempa pada Kamis pagi 13 September silam, saat puasa pertama di Sumbar dan Bengkulu.

“Sampai sejauh ini kami belum mendapatkan laporan aanya kerusakan karena gempa tersebut,” tutur Sugeng. Gempa itu bisa dirasakan di Pariaman, Painan dan Mentawai. Gempa yang terjadi di subuh hari itu berpotensi terjadi tsunami. Namun, sampai sekarang ini, tsunami tidak terjadi.

Leli salah seorang warga di Jalan Salak, Purus Kebun Padang mengaku terkejut dengan gempa tersebut. “Gempa itu sangat kuat. Saya yang tertidur tersentak dibuatnya,” kata Leli.

 

Di Painan

 

Warga Pesisir Selatan kembali panik saat gempa berkekuatan 6,1 SR mengguncang daerah ini pukul 03.00 dinihari Rabu kemarin. Sebagian warga yang ketika itu sedang tidur terbangun dan berupaya menyelamatkan diri ke luar rumah. Namun tidak ada kerusakan dan korban jiwa akibat gempa tersebut. Di Kabupaten Pesisir Selatan goncangan gempa terasa cukup kuat berlangsung sekitar 2 menit.

Salah seorang warga Tarusan Arsil kepada Singgalang, Rabu (24/10) mengaku, gempa yang terjadi pukul 03.00 Wib dinihari tersebut cukup kuat, sehingga kami sekeluarga berlarian ke luar rumah. “Saat itu saya masih belum tidur, karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Begitu datang gempa, saya langsung membangunkan anak istri dan segera menyelamatkan diri,” sebutnya.

Dikatakan, sejak gempa tanggal 12 dan 13 September 2007, gempa susulan terus terjadi. Namun kali ini dirasakan cukup kuat dan lama pula. Kini anak-anak masih trauma, sehingga mereka memilih tidur di lantai. Itu dilakukan agar sewaktu-waktu datang gempa cepat dirasakan. “Saya memang selalu mengingatkan anak-anak supaya lari ke luar rumah kalau terjadi gempa,” ucap Arsil.

Sementara Yunus warga Kenagarian Amping Parak, Kecamatan Sutera juga merasakan goncangan gempa yang kuat pada pukul 03.00 Wib Rabu kemarin. “Saat itu kami sekeluarga tengah tidur, tiba-tiba saja rumah bergoyang yang membuat kami terbangun. Kami pun langsung berhamburan ke luar rumah menyelamatkan diri”. Ia sangat kuatir kalau gempa itu menimbulkan tsunami. Yunus mengaku, sampai kini masih trauma dengan gempa, karena rentetan gempa susulan masih terjadi.

Sekdakab, Drs.Adril yang dihubungi membenarkan, gempa yang terjadi Rabu kemarin membuat warga Pesisir Selatan panik. Karena, goncangannya terasa kuat, karena pusat gempa berada di arah barat daya Painan. Namun demikian ia mengimbau agar warga jangan panik, karena gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami. Warga juga diminta tetap waspada, kalau terjadi gempa segeralah menyelamatkan diri.

 

Di Mentawai

Gempa 6,1 SR yang terjadi tak membuat panik warga Mentawai.

Sepertinya mereka sudah terbiasa, Camat Siberut Utara, Elisa Siriparang yang dihubungi Rabu (24/10) menyebutkan warganya sama sekali tidak panik. Terutama yang bermukim di Sikabaluan ibukecamatan Siberut Utara, padahal wilayahnya terkategori kawasan bahaya. “Saya rasakan gempa malam itu tak begitu kucat,” sebut Elisa.

Sama halnya dengan di Tuapejat. Seluruh warga yang bermukim di sepanjang pantai tak memperlihatkan kepanikan. Bahkan ada yang enggan keluar rumah lantaran asyik nonton televisi.

Lain halnya dengan Husein, warga Tuapejat. Ia memprotes lantaran Posko Satlak PBP yang berada di KM 4 terkadang tutup. Padahal menurutnya, posko itu harus buka 24 jam.

Seperti terjadi kemarin Rabu (24/10) petugas posko hilang pada jam 18:00 – 19:00 WIB. Padahal pada jam itu bertugas staf kebakaran Kesbanglinmas, Fika Putra, Iwan dan beberapa rekannya. Posko terkunci pada pukul tersebut, dan Ambrial dari Kesbanglinmas sudah memeritahkan Iwan untuk mengantarkan kunci. “Kami petugas kebakaran,” kata Fika bersama rekan-rekannya.

“Apapun alasannya seluruh petugas kebakaran adalah petugas Satlak PBP. Mereka sudah di SK-kan lewat SK Bupati,” tegas Kepala Kesbanglinmas, Timotius.

Namun Fika tetap mempertanyakan alasan tak hadirnya semua nama-nama tim Satlak PBP yang di SK Bupati di posko. “Yang hadir cuma kami, petugas kebakaran,” sebut Fika diiyakan rekan-rekannya.

0 Responses to “Sedang Lelap, Gempa Mengguncang”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Oktober 2007
S S R K J S M
« Agu   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: