‘Pak, Bantuan Gempa 6 Maret Belum Cair’

Padang–”Pak presiden, bantuan gempa 6 Maret dulu belum juga sampai ke kami,” kata Juniwar dari balik rumah bambunya di Solok.  Ia sudah mendengar kedatangan orang nomor satu di republik ini akan datang ke Sumbar. Jika ke solok bantuan untuk masing–masing gempa itu yang akan ditanyakannya.
Sebenarnya Juniwar tidak sendiri. Masih banyak korban lain yang sebenarnya resah memikirkan bantuna gmepa yang tidak juga kunjung datang. Setidaknya di Solok sebanyak 2.831 unit.
Ia masih ingat dengan janji-janji pemerintah dulu yang disampaikan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyarh. Korban gempa mendapat bantuan membangun kembali atau merehab rumah mereka. Besarnya mulai dari Rp5 juta hingga Rp15 juta per kepala keluarga.
“Tapi sudah enam bulan berlalu. Uang sesenpun tidak juga tampak. Entah kemana pula mengirapnya uang bantuan kami itu,” katanya yang tingal di Jorong Ranah, Solok.
Ia masih sedih memikirkan banguan rumahnya yang hancur itu. Rumah itu memang tidak lah bagus untuk ukuran sekarang ini. Namun biarlah, itu hasil jerih payahnya. Jumiwar bangga.
Namuns ejak gempa 6 Maret lalu melanda, kebanggaannya itu telah hilang. Rumah permanen itu tidak ada lagi, rata dengan tanah. Sekarang malah berganti dengan rumah bambu hasil bantuan.
“Tapi biarlah, kalau memang ada syukur, kalau tidak ada, tidak apa-apa. Untuk apa lagi diharapkan,” katanya pasrah.
Saat ini warga membetulkan rumah mereka sendiri-sendiri. Ttidak diharapkan lagi bantuan pemerintah itu. Bantuan yang seperti mimpi saja. Sudah penat menggu, tidak juga sampai-sampai.
Bagi yang sedikit mampu, biasalah mengangsur-angsur membetulkan rumahnya. Sedangkan bagi yang miskin, bagaimana mau mengangsur, untuk makan saja sulitnya bukan main.
Sawiya, 50 warga Jorong Ranah juga mengaku pasrah saja dengan janji pemerintah itu. Ia menjadi curiga dengan janji pemerintah itu Janga-jangan hanya sekedar menyenagkan hati rakyat dan mencari muka di depan presiden.
Ia mengatakan, siapa yang mau tinggal di rumah bambu dengan atap plastik seperti itu. Sudah lah panas sehingga tidak nyaman. Tapi bagaimana lagi, itu haruis dijalaninya.
Soal bantuan belum cair juga diakui sejumlah bupati dan kepala daerah. Penyebabnya, peutunjuk teknis tidak juga kunjung turun dari pemerintah pusat. Padahal rakyat sudah letih menunggunya.
Di Tanah Datar, bantuan dana yang harus dicairkan sebanyak Rp109 miliar. Tahap pertama sebanayak Rp41 milair dan selanjutnya Rp109 miliar. “Bantuan itu masih terkatung-katung di Bhukittinggi,” kata Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigue.
Untuk kabupaten Agam sebanayk Rp90 miliar. Sementara Solok, seleuruhnya Rp52 miliar. Rp18 miliar untuk rumah dan Rp34 miliar untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana sepeti sekolah, jalan. Para kepala daerah itu takut mencairkan uang itu tanpa petunjuk teknis. Bisa-bisa nanti jadi tersangka penyalahgunaaan uang negara.
Gempa 6 Maret lalu, menewaskan 67 masyarakat Sumbar. Sebanyak 46.369 bangunan mengalami kerusakan. Kerugian akibat gempa itu mencapai Rp1,5 triliun.

0 Responses to “‘Pak, Bantuan Gempa 6 Maret Belum Cair’”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Oktober 2007
S S R K J S M
« Agu   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: