Berwisata Menikmati Reruntuhan Bangunan

Padang–Sudah empat hari belakangan ini, Jalan Veteran Padang macet. Kendaraan roda dua maupun roda empat, silih berganti melewati jalan itu. Dua jalur di jalan itu penuh sesak deng kendaraan. Bisa meledak ke ubun-ubun emosi, jika tidak sabar-sabar menunggu antrean.
“Tiiiitt….tiiiiit,” klakason bersahut-sahutan berbunyi memekakkan telinga. Tidak sekali dua kali, berkali-kali klakson dari kendaraan berbunyi. Melihat reruntuhan itu, tidak pula sebentar, berlama-lama pula mereka berada di jalan menyaksikannya.
Kemacetan itu tidaklah seperti biasanya. Macetnya luar biasa. Bahkan, trotoar yang jadi jatah pejalan kaki, sudah termakan pula oleh pemilik kendaraan bermotor ini. Dulu, kalaupun sering dilewati, itu pun tidak seperti sekarang ini. Kita bisa berkali-kali menyeberang dengan aman jika melewati jalan itu.
Pasca gempa yang terjadi Rabu (12/9) dan Kamis (13/9), Jalan Veteran penuh dengan kendaraan. Bahkan, di sepanjang pinggir jalan, berjejalan puluhan kendaraan yang parkir. Tidak hanya pagi, hingga tengah malampun, jalan itu terus didatangi orang.
Kedatangan mereka ke sana tidak lain untuk menyaksikan bangunan PT Suka Fajar dealer Mitsubishi Motor dan PT Autocitra Perdana dealer Hyundai ambruk terkena gempa.
Musibah gempa yang menghancurkan kedua bangunan itu, menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat. Mereka seperti menjadikan reruntuhan itu objek wisata. Ada yang mengajak sanak saudara hanya sekedar melihat reruntuhan bangunan. Pergi mengajak pacar memandangi puing-puing bangunan.
Uniknya, mereka membawa handycam dan kamera pula untuk melihat reruntuhan itu. Ada yang memanfaatkan handphone untuk mengabadikan momen penting pula istilah mereka. Lagak mereka, tidak kalah pula dengan wartawan sungguhan. Berbagai cara dan sudut pengambilan gambar pula mereka lakukan. Tidak cukup satu gambar. Sampai memori penuh, mungkin.
Tayangan di televisi dan pemberitaan di surat kabar membuat rasa keingintahuan masyarakat begitu tinggi. Melihat secara dekat bangunan yang rusak parah itu menghilangkan rasa penasaran. Reruntuhan gempa menjadi magnet tersendiri memancing minat untuk melihat.
Dinul Fajri warga, Belanti Lolong Padang misalnya. Ia sengaja mengajak istrinya untuk jalan-jalan melihat dari dekat bangunan yang rusak terkena gempa. Melihat tayangan di televisi dan surat kabar, ingin benar dia menyakasikan kebenaran informasi itu.
“Setelah melihat secara langsung, barulah saya puas. Kalau tidak, nanti cerita orang bisa dikarang-karang,” kata Paul.
Tidak hanya ke Jalan Veteran saja. Jalan Pemuda, Hamka dan beberapa ruas jalan lainnya sudah dilewati. Hasilnya, ia melihat begitu dahsyatnya gempa menghancurkan bangunan.
Ia dengan lincah mengambarkan situasi dan kondisi di salah stau bangunan yang rusak. “Bentuk bangunannya seperti ini sekarang. Hancur di sana-sini. Memang luar biasa,” katanya sambil mencontohkan dengan tangan.
Selama berjalan-jalan menikmati pemandangan Kota Padang terkini, ia menggunakan sepeda motor. Alasannya, kalau pakai sepeda motor, tidak terkenan macet. Bisa meliuk di keramaian lalu lintas kendaraan.
Sebanyak itu bangunan yang dilihatnya, sebanyak itu pula macam-macam foto yang sudah diambilnya melalui handphone. Katanya, foto di dalam handphone itu menjadi saksi keganansan gempa. Selain itu, ia bisa memperlihatkannya kepada sanak suadara atau teman.
Tidak Dinul saja, Anton yang mengaku dari Air Pacah Kecamatan Koto Tangah yang jauhnya sekitar 10 Km dari pusat Kota Padang juga mengatakan demikian. Bersama pacar, ia ingin mengetahui keadaan Kota Padang sebenarnya. Terutama bangunan yang rusak terkena gempa.
“Oh…ini dia bangunan yang disiarkan di televisi itu. Ya, betul-betul parah. Ada orang ndak di dalamnya?” tanya Anton kepada SH. Rupanya ia belum tahu benar kejadian yang terjadi di sana.
Sama seperti Paul, ia tidak lupa mengabadikan reruntuhan bangunan itu melalui handphonenya. Anton mengaku, foto itu bisa diperlihatkannya kepada teman-teman nanti.
Anton juga beralasan, dengan pergi melihat-lihat bangunan yang rusak itu, ia bisa menghabiskan sedikit waktu menjelang bedug berbuka berbunyi. Daripada tidak ada aktifitas yang jelas, lebih baik mengamati bangunan yang rusak karena terkenan gempa.
Memang, sejak gempa terjadi, objek wisata Pantai Padang yang biasanya dijadikan tempat menunggu waktu berbuka berbunyi, agak sepi dibanding tahun sebelumnya. Melihat reruntuhan bangunan, menjadi kegiatan menarik untuk disaksikan. Murah dan tidak mengeluarkan biaya.

1 Response to “Berwisata Menikmati Reruntuhan Bangunan”


  1. 1 Jampang Oktober 3, 2009 pukul 11:40 am

    Ma’af boss … saya ingin tau, kondisi Gendung Kantor PLN Sumbar di jalan Veteran – bagaimana kondisinya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Oktober 2007
S S R K J S M
« Agu   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: