Tonggak Tuo Istana Sudah Terpancang

PADANG—Bangunan itu lama tidak ada.  Di sanalah sejumlah pejabat memperoleh gelar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati, Rosihan Anwar dan lainnya. Bangunan itu terbakar bersama sejarah. Istano (Ustano kata orang Tanah Datar) Paguruyung menunggu kebangkitan.

Tonggak tuo (tua) terpancang di tengah tanah lapang di bekas bangunan yang lama. Tonggak itu sudah berada di sana sejak 9 Juli 2007.  Rencananya, di tanah lapang itu dibangun kembali Istano Basa Pagaruyung. Letaknya agak mundur dari tapak tanah bekas istana sebelumnya. Mundurnya sekitar empat meter dari tempat semula.

Alasanya, kalau istano itu berdiri, bangunan itu disejajarkan dengan musalla yang ada di sisi kiri dan Masjid Nurul Amin di sisi kanan.

Tonggak tuo itu merupakan tanda kalau di tanah itu akan dibangun Istana Basa Pagaruyung. Biasanya, menurut  ilmu yang diturnkan turn-temurun, untuk membangun sebuah rumah gadang, diawali dengan pemancangan tonggak tuo. 

Tonggak tuo (tiang utama) Istana Basa Pagaruyung itu, merupakan tonggak tuo yang lama. Tonggak itu tidak ikut terbakar waktu api menjilati bangunan pada, Selasa (27/2) malam.

Karena hangus terbakar, tonggak tuo dibawa ke Nagari Pariangan untuk dicuci. Jarak antara Nagari Pariangan dengan Nagari Tanjuang Ameh tempat istana itu akan dibangun sekitar 10 Km. Ada prosesi mengambil tonggak tuo setelah dicuci di Nagari Pariangan sebelum diibawa ke tapak istana yang lama. Penjemputannya melalui upacara adat.

Menurut salah seorang keluarga kerajaan Pagaruyung Sutan Muhammad R, istano yang terbakar itu merupakan duplikat Istano Basa Pagaruyung. Karena duplikat, maka tanah tempat berdirinya istana itu bukanlah di sana.

“Sebenarnya, istana Pagaruyung yang asli itu berjarak sekitar satu kilometer dari duplikatnya. Namanya bukan Istana Basa Pagaruyung tapi Istana si Linduang Bulan,” kata Sutan.

Istana si Linduang Bulan pernah terbakar sebanyak dua kali. Pertama pada 1804 saat terjadi kerusuhan berdarah. Lalu pada 1966 istana itu kembali terbakar. Istana si Lindunga Bulan sampai sekarang masih ada.

Pada 1975 oleh Gubernur Sumbar dulu Harun Zain, disepakatilah untuk membangun sebuah istana untuk mengangkat harkat martabat Masyarakat Minangkabau. Setelah dibicarakan dengan pihak keluarga kerajaan, disediakan tanah seluas 3,5 hektar untuk mendirikan istana.

Lalu dimulailah pembangunanya. 27 Desember 1975, pembangunanya selesai. Istana itu lalu diberi nama Istana Basa Paguruyung. Di belakangnya terdapat Gunung Bungsu, sungguh gagah istana itu berdiri.

Sebelum hancur dimakan api, Komplek Istano Basa Pagaruyuang dibangun di atas tanah seluas sekitar 3,5 hektare. Di komplek itu dulu berdiri bangunan induk, rumah pedapuran yang berada di belakang bangunan induk, bangunan Rangkiang Patah Sembilan di sebelah kiri, Rumah Tabuah di halaman sebelah kanan, bangunan surau tradisi bagonjong pekarangan Panjang, kebun bunga, air pincuran dan lainnya.

Dengan Surat Keputusan Gubernur KDH Tingkat I Sumatera Barat Nomor  378/GSB/1983 tanggal 22 Desember 1983, Istano Basa Pagaruyuang telah ditetapkan sebagai monument kebudayaan Minangkabau di Sumatera Barat.

 “Pembangunan masih belum bisa dilaksanakan. Sebab, pembangunan istana harus ditenderkan,” katanya. Ia memperkirakan butuh waktu yang agak lama untuk membangun kembali istana. Sebab, bahan bangunannya tidaklah semuanya batu, pasir, atap seng atau genteng.

Atapnya saja dari ijuk. Butuh ijuk berton-ton untuk membangun istana. Karena, tidak hanya membangun bangunan induk. Bangunan s\pendukung ikut didirikan. Lalu kayu yang diukir.

Saat menghadiri prosesi pemancangan tonggak tuo, Wakil Presiden M Jusuf Kalla sempat mengharapkan masyarakat Sumbar jangan saling meyalahkan dengan menyikapi terjadinya kebakaran di Istano Basa Pagaruyung.

Wapres optimistis dan yakin pembangunan duplikat Istano Basa Pagaruyung ini bisa diselesaikan.Apalagi untuk kayu sudah dijanjikan Menteri Kehutanan melalui PT Inhutani, semen dari PT Semen Padang, dan dana yang sudah tersedia. Apalagi orang Padang banyak yang jadi saudagar.

Bupati tanahdatar Ir M.Shadiq Pasadigoe mengatakan, pembangunan Istano Basa Pagaruyung dilakukan secepatnya. Pembangunan Istano Pagaruyung bisa selesai dari rencana biaya keseluruhan kita perkirakan sampai sebesar Rp 100 milyar.

1 Response to “Tonggak Tuo Istana Sudah Terpancang”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: