Nelayan Pessel tak Ditemukan Juga

Painan, Singgalang
Belum berhasilnya tim pencari menemukan 13 nelayanan Kapal Motor (KM) Tarusan Jaya yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Penyu, Pesisir Selatan (Pessel), membuat banyak pihak saling berargumen.

Meski banyak yang berharap terjadi keajaiban, tapi karena sudah memasuki hari kelima setelah kapal mereka diterjang badai besar, banyak yang meyakini para awak itu tidak dapat bertahan hidup, bahkan paranormal

berani mengklaim mereka sudah menemui ajal. Salah seorang nelayan yang juga paranormal di Painan, Syafril T alias Ombak Rancam, mengungkapkan hal itu kepada Singgalang, Kamis (21/6). Karena berdasarkan hasil terawangannya, semua korban tenggelam itu tipis harapan mereka bisa bertahan hidup. Mereka hilang Minggu lalu saat mencari ikan di laut. “Meski saya tidak bisa memastikan dengan pasti di mana mereka saat ini, tapi hanya ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Kalau tidak mengapung di lautan, mereka pasti sudah terdampar di pulau sekitar Ujung Tanjung, Inderapura,” ungkapnya. Dia beralasan, para nelayan Tarusan itu tidak dapat bertahan hidup di tengah lautan lebih dari tiga hari. “Karena badai tak kunjung berhenti, kemungkinan mereka bertahan paling cuma sehari semalam saja,” katanya. Menurutnya lagi, ke para korban juga tidak mungkin hanyut terlalu jauh hingga ke Muko-Muko, apalagi ke perairan Bengkulu. Karena arus laut dan arah angin sudah berbalik ke utara. “Saya yakin sekali mereka terdampar atau mengapung sekitar Ujung Tanjung itu,” sebut Ombak mengulangi pernyataannya.

“Setiap lautan tidak pernah akan menyimpan bangkai. Sebelum bangkai itu keluar dari dasar laut, akan selalu trjadi badai. Tapi sudah dua hari ini cuaca sangat cerah dan tenang. Itu tandanya mayat nelayan itu sudah keluar atau mengapung,” ujarnya. Terlepas dari salah benarnya ramalannya, Ombak mendasari pendapatnya dari pengalaman yang ia dapati setelah mengarungi lautan selama puluhan tahun. Apalagi ia mengaku juga dibekali ilmu perbintangan oleh orang tuanya dulu.

“Banyak nelayan sekarang yang kurang memahami ilmu perbintangan. Padahal, bintang adalah petunjuk yang pasti dan penting bagi nelayan untuk melaut,” katanya. Dia pun menjelaskan, saat terjadinya bencana yang menenggelamkan kapal bagan itu, sedang terjadi bulan pesakitan atau bintang jongkong. Karena waktu itu, bintang kuning besar sedang berada tepat di atas bulan. “Pada saat jongkong itu, bertanda akan ada badai besar di laut, sehingga nelayan-nelayan tempo doeloe tidak mau melaut. Tapi nelayan sekarang seolah memandang remeh ramalan itu,” sesalnya.

Pencarian dialihkan
Ternyata, keyakinan Ombak itu di dengar oleh tim pencari korban yang terdiri dari Satkorlak, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Satpol PP Pessel. Mereka segera menuju dan mencari korban di lokasi yang disebutkan Ombak. “Setelah mendapat informasi itu, kita langsung menurunkan tim ke sana . Karena segala informasi saat ini tidak boleh dianggap enteng. Tapi setelah dilakukan pencarian, ternyata tidak ada korban di sana ,” papar Koordinator Tim Pencari, Yosmeri. Dia juga menginformasikan, akibat tak kunjung menuai hasil, satu dari tiga kapal yang mencari korban tenggelam, yakni Kapal Angka­tan Laut (KAL) Sinyaru, telah kembali ke Pelabuhan Panasahan Painan. Sedangkan dua kapal lagi masih terus menyisiri perairan Muko-Muko hingga ke Bengkulu.”Bukan berarti kita menyerah tapi karena arah angin dan arus yang berbalik menuju utara, kita akan mengoperasikan Kal Sinyaru untuk menyisiri laut hingga ke Pulau Mentawai,” jelasnya.

Selain itu, katanya, dia juga telah meminta tambahan kapal pencari ke pemerintah propinsi. “Mereka telah menyanggupinya dan kemungkinan besok mereka akan mengirimkan kapal itu,” terang Yosmeri. Kekurangan armada kapal, memang menjadi kendala bagi tim pencari untuk menyisiri seluruh lautan pesisir. “Hanya hari kemarin kita mendapat bantuan dari Tim SAR Sumbar, tapi mereka pun cuma menyisiri lautan hingga pulau Penyu, tidak sampai ke selatan,” katanya. Di samping tim pencari, pada hari kemarin, masyarakat bersama keluarga korban turut melakukan pencarian dengan menggunakan perahu bagan. Mereka menyusuri laut serta pulau-pulau yang ada di sekitar perairan Pessel.

0 Responses to “Nelayan Pessel tak Ditemukan Juga”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: