Coret Baju Sudah Jadi Tradisi

Padang, Singgalang–Riangkan hatimu, enjoy . Tanpa beban. Ceria dan mari bergembira sejenak. Lalu, bersorak-sorailah anak-anak SMA, MA dan SMK begitu mereka mengetehui lulus Ujian Nasional (UN) yang diumumkan kemarin. Seperti biasa, cat pilot warna-warni disemprotkan ke baju. Aksi coret-coret pun tak bisa ditegahkan lagi. Larang jugalah oleh guru, larang benarlah, tapi takkan mereka hiraukan. “Sakali ko pak, baju ko ka kami simpan mah! Cubolo lah dek apak jadi kami, labiah pado iko antah,” kata seorang anak SMA yang lulus kepada Singgalang di Padang. (Sekali ini pak, baju ini akan kami simpan, coba pulalah oleh bapak jadi kami, lebih dari ini akan bapak lakukan).

Tak hanya di Padang, di Pasaman Barat (Pasbar) misalnya, meski ada sanksi dari pihak sekolah bagi mereka yang melakukan coret-coret baju. Tapi aksi coret-moret di sejumlah sekolah di SLTA di sana tetap saja berlangsung. Mereka menjadikan baju dan cat sebagai media melepas rasa bahagia. Di SMA Negeri I Pasaman 191 orang siswa sudah mendapatkan hasil UN yang dibagikan para walikelasnya di masing-masing ruangan. Melihat hasil kelulusan, ratusan siswa itu bersorak-sorai melepaskan rasa cemas yang terpendam setelah UN beberapa waktu lalu.

Tak terhindarkan, dari pantauan Singgalang , sebagian siswa mayoritas laki-laki melepaskan kegembiraan dengan melakukan aksi coret-coretnya kepada sesama temanya di luar lingkungan sekolah. Belasan tandatangan mulai tercantum di baju putih bersih yang dipakai. Kepala Sekolah SMA Negeri I Pasaman, Pasaman Barat, Erfi,SH, MM dan Wakasek Bidang Kurikulum, Drs. Tarmizi ketika ditanya Singgalang pihak sekolah sudah memberikan intruksi dan imbauan agar jangan melakukan aksi coret-moret. Tika salah seorang siswi SMA N I Pasaman menyambut kelulusannya dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Sementara dari laporan wartawan Singgalang yang berada di Ujung Gading baik di SMA, SMK, dan MA tidak ada aksi coret moret. Bahkan di SMAN I Lembah Melintang baju mereka merencanakan akan diserahkan kepada adik kelasnya.

Tapi kata Drs. Panyabungan Siregar, Kepsek SMAN I Lembah Melintang kalau terjadi aksi coret-coret di luar lingkungan sekolah, itu bukan tanggungjawab sekolah.

Kabupaten Solok
Sejumlah siswa SMA di Kabupaten Solok tetap saja menyemprot baju dengan cat. Kemudian ada yang mengendarai sepeda motor seolah memberitahu ke orang banyak kalau mereka telah tamat SMA. Kabupaten Solok juga mengalami kenaikan peringkat UN di Sumbar. Jauh-jauh hari Diknas setempat mengimbau siswa lewat sekolah untuk tidak melakukan aksi corat-coret baju. Kepala Diknas, Naspi yang dihubungi Kamis (14/6) di Koto Baru mengemukakan, kelulusan siswa SMA mencapai 92,2 persen. Hanya 153 orang siswa SLTA yang tak lulus dari 3.000 orang lebih yang mengikuti UN 2007.

Dijelaskan Naspi, hasil UN 2007 Kabupaten Solok mengalami perbaikan peringkat dari 12 kini ke posisi 11 tingkat Sumbar. “Ini yang patut disyukuri,” katanya.

Payakumbuh
Kamis kemarin, pagi-pagi sekali para pelajar SMU, sudah mulai sibuk mengantre di pusat kota Payakumbuh. Wajah-wajah tegang terpancar dari raut muka mereka. Sebagian lagi masih terlihat santai. Tapi kebanyakan dari mereka lagi sibuk mencari toko cat yang kebetulan belum buka. Banyak dari mereka yang merasa deg-degan, takut kalau-kalau nantinya tidak lulus. Seperti yang diungkapkan Bunga, salah seorang pelajar dari SMU 1 Payakumbuh. “Takut juga sebenarnya, Bang. Bagaimana tidak, selama ini sudah belajar mati-matian, nanti tidak lulus, malu dong,” ujarnya.

Selepas siang, iring-iringan konvoi pasukan abu-abu, mulai berseliweran ke pusat kota Payakumbuh. Dengan mengendarai sepeda motor dan baju penuh coret-coretan cat semprot berwarna-warni yang sangat ngejreng . Mereka meluapkan kegembiraan setelah lulus UN

Lubuak Basuang
Aksi coret-coret juga terjadi di Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam. “Dari pada bajunya dicoret-coret lebih baik diberikan kepada adiknya atau kalian serahkan kepada pihak sekolah agar dapat dimanfaatkan untuk yang membutuhkan” kata Kepala SMA 2 Lubuk Basung Drs. Fauzir Munaf. Namun demikian aksi coret-coret tetap saja berlangsung. Di SMA 2 itu, dari 226 siswa yang mengikuti UNI lulus 225 siswa dan 51 siswa diterima di perguruan tinggi melalui PMDK.

Dharmasraya
Keterpurukan Dharmasraya tahun ini di bidang pendidikan membuat goncang para pelajar maupun orangtua. Kalau kita bandingkan anggaran untuk pendidikan sekarang dengan tahun yang lalu, luar biasa. Pada tahun 2006 anggaran untuk dinas pendidikan hanya Rp16 miliar, sedangkan DIK setiap sekolah hanya Rp18 juta. Sedangkan peringkat Dharmasraya se Sumatera Barat pada tahun tersebut kedua paling pincit. Namun yang disayangkan, anggaran naik peringkat turun, dari peringkat 18 tahun 2006, sekarang menjadi peringkat pincit atau 19 untuk Sumbar. Anggaran dinas pendidikan dalam APBD tahun 2007 sebesar Rp32 miliar. Namun yang disayangkan DIK yang telah menjadi database pada Diknas lebih kurang Rp24 juta setiap sekolah.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat ABD Rahman DT Rajo Pangulu, bupati perlu memanggil dinas terkait guna mempertanyakan apa lagi kekurangan di dalam pendidikan saat ini. Menurut Ketua dewan pendidikan Dharmasraya Mulyadi, SAg., menilai Dinas Pendidikan lemah, karena itu peringkat pincit. Sementara itu kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya Drs. Rusydi Abbas, MM., ketika ditemui Singgalang Rabu (13/6) mengatakan sambil bercanda, “ lah iyonyo tu, dak kamungkin nomor satu sadoe doh,” Sementa

Bupati Dharmasraya Marlon mengatakan, Dharmasraya pada sisi lain juga tidak terlalu anjlok. Contohnya saja jurusan bahasa Dharmasraya ranking 2.

Kota Solok
Mahasiswa undangan SMAN 1 Solok Tahun Ajaran (TA) 2007-2008 diyakini banyak yang akan sukses melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (PT) yang diminati. Sebab, dalam UN 2006-2007 lulus 100 persen. Sementara itu SMAN 2 Solok, 98,98 persen lulus IPA ( 97 dari 98) dan 99,20 % IPS (124 dari 125). SMAN 3 Solok, 95,89 persen (70 dari 73) dan 96,85 persen IPS (123 dari 127). SMAN 4 Solok , 81,03 persen IPA ( 47 dari 58) dan 83,33 persen IPS (65 dari 78). MAN Kota Solok, 96,43 persen IPA (54 dari 56) dan 91,03 persen IPS (71 dari 78). Sedangkan siswa SMK yang lulus pada UN TA 2006-2007 92,88 persen (743 dari 800). Khusus siswa yang tidak lulus,7,13 persen atau 57 dari 800 siswa. Siswa yang tidak lulus dan sekolahnya yakni SMKN 2 Solok 1,09 persen (2 tidak lulus 184), SMKN 1 Solok 1,77 persen (5 tidak lulus dari 282), SMK KBA Solok 18,18 persen (2 tidak lulus dari 11), SMK Wiyata Mandala Solok 19,35 persen (6 tidak lulus dari 31), SMK Kosgoro Gunung Talang Solok di Kota Solok 7,14 persen (1 tidak lulus dari 14 ), SMK Muhammadiyah Solok 12,16 (9 tidak lulus dari 74), SMK Kosgoro 1 Solok 7,13 persen (32 tidak lulus dari 204).

Solok Selatan
Sementara itu di Solok selatan, angka kelulusan SLTA menunrun dibanding tahun lalu. Target kurikulum tercapai 95,36 persen. “Ini akan dijadikan campuk mengejar ketergilan,” kata Bupati Syafrizal.J. Kadinas setempat Werbanudin mengatakan, tingkat kelulusan SLTA di Solok Selatan memang menurun, namun di bidang lain mengalami peningkatan, seperti jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi melalui PMDK. o Tim

8 Responses to “Coret Baju Sudah Jadi Tradisi”


  1. 1 sonya Juni 17, 2007 pukul 12:48 pm

    selamat y bwt tmn2 yg tlh brhsl mghdpi un,alhamdulillah sman1 solok lu2s 100%,smg kt jg lu2s spmb d universitas2 impian kt,amin….mhon doa nya y….

  2. 2 Desahalaban Juli 2, 2007 pukul 9:14 am

    Kebiasaan coret baju biarkan sajalah, mungkin itulah yang bisa mengobati kerinduan akan masa2 SMA, waktu jaman saya belum ada yang bikin buku tahunan kelulusan yg bisa dijadikan kenang2an & DB profile temen2 1 angkatan… sebagai alumni saya mengucapkan selamat SMA 1 solok lulus 100%, jangan lupa kampung halaman jika sudah “BERILMU”
    Buat pak ERIADI salam kenal & terima kasih “Eksplorasi terus Minangkabau”

  3. 3 nancy Juni 18, 2008 pukul 4:12 am

    congrats wat smansa solok

  4. 4 m junaidi Desember 6, 2008 pukul 7:38 am

    gue pengin kenal yang nananya nency apa dia teman gue waktu di smp 2 solok

  5. 5 m junaidi Desember 6, 2008 pukul 7:42 am

    gue pengin kenal yang nama nancy apa dia teman gue waktu di smp 2 solok

  6. 6 m junaidi Desember 9, 2008 pukul 3:48 am

    gue cuma pengin tau aja yg nama nancy apa dia teman gue waktu di smp 2 solok soal nya dia lulus smp 2 solok masuk sma 1 solok.

  7. 8 Gafur yuda Pratama Maret 19, 2009 pukul 2:19 pm

    elok2 ujian yo diak………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: