Fenomena Gemerlapnya Kota Padang

Warnet Tempat Melampiaskan Birahi
PADANG–Warung internet (warnet). Ini bukanlah seperti warung kebanyakan seperti menjual kopi, goreng pisang. Namun, warung yang menyediakan layanan internet bagi publik untuk berselancar ke dunia maya mencari ilmu, berbagai pengetahuan dan lainnya.
Fungsi warnet yang tersebar di seluruh penjuru Kota Padang, telah berkembang sedemikian rupa, seiring masuknya era komunikasi tanpa batas dengan media internet. Namun tentunya perkembangannya bisa jadi tidak sesuai dengan harapan semua pihak.Misalnya saja, seperti terjadi pergeseran fungsi dari warung cyber sebagai media untuk mencari informasi, menjadi ajang untuk mengakses situs-situs porno. Hanya dengan beberapa lembar ribuan saja.
Bahkan, menjadi lebih buruk lagi ketika proses penikmatan visual itu, baik film maupun gambar, semakin beralih fungsi menjadi sarana alternatif melakukan perbuatan maksiat atau mesum minimal berpacaran. Hal itu semakin diperparah dengan status para pelaku perbuatan bejat itu, yakni para ABG (anak baru gede). Karena pada umumnya, pengguna jasa warnet adalah kalangan pelajar SMP/SMA dan mahasiswa.
Tak jarang beberapa petugas warnet (OP Warnet) menangkap basah muda-mudi yang sedang menyalurkan nafsunya di warnet dan langsung diusir untuk tidak melanjutkan ditempat tersebut. Beberapa sumber yang diperoleh Singgalang, biasanya warnet yang digunakan untuk melakukan perbuatan mesum itu memiliki kriteria dengan sekat tinggi dan memberikan space (ruang) yang luas untuk satu bilik. “Kita sering mendapatkan orang berbuat mesum di warnet ini, sudah beberapa kali oleh orang yang sama atau pemain baru dalam permainan tersebut. Indikasinya biasanya seperti terdengarnya bunyi-bunyi yang aneh dari bilik apalagi kalau itu sudah berlainan jenis,” tukas Bob (nama samaran) salah satu OP sebuah warnet di Jl Jhoni Anwar, Lapai.”Kami selalu mengantisipasi jangan sampai gara-gara mereka nama warnet ini jadi buruk,” lanjutnya. Bahkan beberapa orang yang ketangkap basah melakukan perbuatan bejat tersebut, saat diinterogasi oleh pihak warnet mengatakan para muda-mudi itu mendapatkan informasi dari teman mereka bahwa warnet tertentu ‘bisa digunakan’.Pemakai jasa internet, pada umumnya adalah kalangan pelajar SMP/SMA dan mahasiswa. “Mereka sering mengunjungi warnet lantaran pengen nyari tugas, men-download lagu, atau sekedar chatting,” ungkapnya. Mereka memakai jasa warnet tampaknya untuk ajang perkenalan. “Karena itu, mereka sering chatting,” katanya. Tentu, mereka juga memang mencari informasi-informasi baru yang tidak mereka dapatkan dari media lain seperti surat kabar atau televisi. Bukan tidak mungkin mereka juga melirik situs esek-esek.Harus diakui, perkembangan bisnis warnet mempunyai dampak positif dan negatif. Itu menjadi, positif karena para pengguna jasa warnet paling awal memperoleh informasi dan sejumlah data yang mereka butuhkan. Negatifnya, bila mereka terutama para remaja hanya membuka situs esek-esek saja. “Habis bagaimana, sulit mengontrolnya,” akunya.Untuk menutup jalan agar para pengunjung internet tak membuka situs porno, memang tak bisa. Sebab terbukanya informasi lewat internet tidak bisa ditutupi. “Ya, akhirnya paling maksimal adalah menjaga iman kita, dan sebagai pengelola warnet hanya bisa memasang imbauan,” katanya.Dini, 20, (nama samaran) mengakui sering menggunakan warnet sebagai ajang bermesum-ria bersama pacarnya. Apalagi, saat siang hari dan tidak ada lagi tempat yang dirasa asyik dan bebas untuk mojok. “Pacaran di warnet cukup asyik seh. Disamping udaranya ber-AC, kita juga sekalian browsing situs-situs hot,” katanya. Untuk menyalurkan itu, ia memilih warnet yang mempunyai bilik atau sekat yang tidak bisa diintip orang luar.Tidak hanya ia, banyak juga pasangan lain memanfaatkan warnet untuk bersenang-senang. Bahkan ada juga pasangan selingkuh yang memanfaatkan warnet untuk memadu kasih.Kehadiran Warung internet, selain menjadi tempat untuk mengakses informasi, juga sering menjadi tempat pacaranm muda- mudi. minimal bagi mereka selain bisa cari ilmu juga bisa pacaran. Katanya pacaran di warnet lebih intektual. Seperti salah satu warnet di dekat kawasan PTN di Kota Padang. Dengan situasi warnet yang bersekat dan dengan gaya lesehan, memberi peluang bagi muda-mudi untuk bermesraan. Apalagi saat malam minggu. Tempat ini mejadi salah satu tempat kencan. Sambil mengakses internet, ditemani makan kecil dan minuman, mereka bebas berpelukan. Aktivitas mereka bermesraan hanya seputar berpelukan dan ciuman dan pegang-pegangan.Menurut ‘D’ salah seorang mahasisi PTN di Padang, dari awal tidak bermaksud untuk menjadikan warnet pelepas birahi, namun kondisinya yang tertutup, sehingga memberi peluang bagi mereka untuk menyalurkan nafsu. Mulanya pegangan sambil bercanda mengakses internet, kemudian aktifitas selanjutnya bisa lebih dari sekedar pegang-pgangan. Ia mengaku aktifitasnya berpacaran di warnet hanya sampai ciuman. Karena kondisi sekatnya yang kecil tidak memungkinkan untuk melakukan yang lebih dari itu. “Nafsu itu kan datangnya tiba-tiba saja, apalagi kalau sudah berdekatan. sementara kondisinya memungkin untuk berpelukan atau ciuman. Hal itu bisa dilakukan sambil duduk” ujar gadis yang sampai di tahun kedua kuliah.Lebih lanjut menurutnya tidak penting siapa yang memulai, apakah cowok atau cewek. kalau kondisnya memungkinkan rasa bisa datang dengan sendiri. Biasanya dari awal tujuanya memang untuk mengakses infromasi. “Sambil makan cemilan, minum teh botol sambil membaca informasi di warnet, pegangan tangan dan selanjut bisa merambat kemana-mana” tuturnya.’B’ pelajar salah satu SMA favorit di Padang mengaku, dibandingkan pacaran di tempat yang lain, resiko di warnet lebih kecil. Tidak pernah aparat datang ke sana untuk merazia. Kalau di tempat lain seperti taplau atau Bukit Lampu, sering aparat datang ke sana merazia.”Kalau keluar di televisi atau koran kan jadi malu. Mending ke warnet. Lebih terjamin keamanannya,” katanya lagi.rio/ika/SM Ridha/Eriandi



Fenomena Gemerlapnya Kota Padang

Warnet Tempat Melampiaskan Birahi
PADANG–Warung internet (warnet). Ini bukanlah seperti warung kebanyakan seperti menjual kopi, goreng pisang. Namun, warung yang menyediakan layanan internet bagi publik untuk berselancar ke dunia maya mencari ilmu, berbagai pengetahuan dan lainnya.
Fungsi warnet yang tersebar di seluruh penjuru Kota Padang, telah berkembang sedemikian rupa, seiring masuknya era komunikasi tanpa batas dengan media internet. Namun tentunya perkembangannya bisa jadi tidak sesuai dengan harapan semua pihak.Misalnya saja, seperti terjadi pergeseran fungsi dari warung cyber sebagai media untuk mencari informasi, menjadi ajang untuk mengakses situs-situs porno. Hanya dengan beberapa lembar ribuan saja.
Bahkan, menjadi lebih buruk lagi ketika proses penikmatan visual itu, baik film maupun gambar, semakin beralih fungsi menjadi sarana alternatif melakukan perbuatan maksiat atau mesum minimal berpacaran. Hal itu semakin diperparah dengan status para pelaku perbuatan bejat itu, yakni para ABG (anak baru gede). Karena pada umumnya, pengguna jasa warnet adalah kalangan pelajar SMP/SMA dan mahasiswa.
Tak jarang beberapa petugas warnet (OP Warnet) menangkap basah muda-mudi yang sedang menyalurkan nafsunya di warnet dan langsung diusir untuk tidak melanjutkan ditempat tersebut. Beberapa sumber yang diperoleh Singgalang, biasanya warnet yang digunakan untuk melakukan perbuatan mesum itu memiliki kriteria dengan sekat tinggi dan memberikan space (ruang) yang luas untuk satu bilik. “Kita sering mendapatkan orang berbuat mesum di warnet ini, sudah beberapa kali oleh orang yang sama atau pemain baru dalam permainan tersebut. Indikasinya biasanya seperti terdengarnya bunyi-bunyi yang aneh dari bilik apalagi kalau itu sudah berlainan jenis,” tukas Bob (nama samaran) salah satu OP sebuah warnet di Jl Jhoni Anwar, Lapai.”Kami selalu mengantisipasi jangan sampai gara-gara mereka nama warnet ini jadi buruk,” lanjutnya. Bahkan beberapa orang yang ketangkap basah melakukan perbuatan bejat tersebut, saat diinterogasi oleh pihak warnet mengatakan para muda-mudi itu mendapatkan informasi dari teman mereka bahwa warnet tertentu ‘bisa digunakan’.Pemakai jasa internet, pada umumnya adalah kalangan pelajar SMP/SMA dan mahasiswa. “Mereka sering mengunjungi warnet lantaran pengen nyari tugas, men-download lagu, atau sekedar chatting,” ungkapnya. Mereka memakai jasa warnet tampaknya untuk ajang perkenalan. “Karena itu, mereka sering chatting,” katanya. Tentu, mereka juga memang mencari informasi-informasi baru yang tidak mereka dapatkan dari media lain seperti surat kabar atau televisi. Bukan tidak mungkin mereka juga melirik situs esek-esek.Harus diakui, perkembangan bisnis warnet mempunyai dampak positif dan negatif. Itu menjadi, positif karena para pengguna jasa warnet paling awal memperoleh informasi dan sejumlah data yang mereka butuhkan. Negatifnya, bila mereka terutama para remaja hanya membuka situs esek-esek saja. “Habis bagaimana, sulit mengontrolnya,” akunya.Untuk menutup jalan agar para pengunjung internet tak membuka situs porno, memang tak bisa. Sebab terbukanya informasi lewat internet tidak bisa ditutupi. “Ya, akhirnya paling maksimal adalah menjaga iman kita, dan sebagai pengelola warnet hanya bisa memasang imbauan,” katanya.Dini, 20, (nama samaran) mengakui sering menggunakan warnet sebagai ajang bermesum-ria bersama pacarnya. Apalagi, saat siang hari dan tidak ada lagi tempat yang dirasa asyik dan bebas untuk mojok. “Pacaran di warnet cukup asyik seh. Disamping udaranya ber-AC, kita juga sekalian browsing situs-situs hot,” katanya. Untuk menyalurkan itu, ia memilih warnet yang mempunyai bilik atau sekat yang tidak bisa diintip orang luar.Tidak hanya ia, banyak juga pasangan lain memanfaatkan warnet untuk bersenang-senang. Bahkan ada juga pasangan selingkuh yang memanfaatkan warnet untuk memadu kasih.Kehadiran Warung internet, selain menjadi tempat untuk mengakses informasi, juga sering menjadi tempat pacaranm muda- mudi. minimal bagi mereka selain bisa cari ilmu juga bisa pacaran. Katanya pacaran di warnet lebih intektual. Seperti salah satu warnet di dekat kawasan PTN di Kota Padang. Dengan situasi warnet yang bersekat dan dengan gaya lesehan, memberi peluang bagi muda-mudi untuk bermesraan. Apalagi saat malam minggu. Tempat ini mejadi salah satu tempat kencan. Sambil mengakses internet, ditemani makan kecil dan minuman, mereka bebas berpelukan. Aktivitas mereka bermesraan hanya seputar berpelukan dan ciuman dan pegang-pegangan.Menurut ‘D’ salah seorang mahasisi PTN di Padang, dari awal tidak bermaksud untuk menjadikan warnet pelepas birahi, namun kondisinya yang tertutup, sehingga memberi peluang bagi mereka untuk menyalurkan nafsu. Mulanya pegangan sambil bercanda mengakses internet, kemudian aktifitas selanjutnya bisa lebih dari sekedar pegang-pgangan. Ia mengaku aktifitasnya berpacaran di warnet hanya sampai ciuman. Karena kondisi sekatnya yang kecil tidak memungkinkan untuk melakukan yang lebih dari itu. “Nafsu itu kan datangnya tiba-tiba saja, apalagi kalau sudah berdekatan. sementara kondisinya memungkin untuk berpelukan atau ciuman. Hal itu bisa dilakukan sambil duduk” ujar gadis yang sampai di tahun kedua kuliah.Lebih lanjut menurutnya tidak penting siapa yang memulai, apakah cowok atau cewek. kalau kondisnya memungkinkan rasa bisa datang dengan sendiri. Biasanya dari awal tujuanya memang untuk mengakses infromasi. “Sambil makan cemilan, minum teh botol sambil membaca informasi di warnet, pegangan tangan dan selanjut bisa merambat kemana-mana” tuturnya.’B’ pelajar salah satu SMA favorit di Padang mengaku, dibandingkan pacaran di tempat yang lain, resiko di warnet lebih kecil. Tidak pernah aparat datang ke sana untuk merazia. Kalau di tempat lain seperti taplau atau Bukit Lampu, sering aparat datang ke sana merazia.”Kalau keluar di televisi atau koran kan jadi malu. Mending ke warnet. Lebih terjamin keamanannya,” katanya lagi.rio/ika/SM Ridha/Eriandi

0 Responses to “Fenomena Gemerlapnya Kota Padang”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: