Abrasi di Padang

Cerianya Mereka di Tengah Musibah
PADANG
—“Sia lai, capeklah,” teriak seorang anak di dalam tenda di Pasir Parupuk, Tabing. Anak yang merasa belum, lalu melompat menuju tali rintangan. Kaki kecilnya tidak kuat melompati tali rintangan yang agak tinggi. Jadilah ia terjatuh di atas pasir. Anak yang berjumlah enam orang itu lalu tertawa.
Keriangan di dalam tenda. Meski rumah hancur diterjang ganasnya gelombang laut, tidak menyurutkan mereka untuk bermain. Memang anak-anak tidak lepas dari bermain. Keriangan di waktu kecil dilewati dengan bermain.
Mereka sepertinya tidak begitu peduli dengan musibah yang melanda. Bermain dan terus bermain. Entah siapa yang mengajak, mereka sudah bersepakat bermain tali di dalam tenda.
Ibu mereka memandang sedih menyaksikan anak mereka bermain. Entah dimana lagi mereka harus berumah. Pikiran ibu-ibu itu menerawang menembus panasnya mentari menyinari bumi.
Fifi, 11, masih ingat ganasnya gelombang pasang menerjang rumahnya subuh hari itu. Usai salat subuh, ia mendengar bunyi gemuruh berkejar-kejaran dari arah laut. “Bunyinyo kareh bana. Sangko wak tsunami nan datang, kiroe indak doh,” tururnya kepada Singgalang, Jumat (18/5).
Air setinggi tiga meter itu lalu menerjang rumahnya. Berkali-kali rumah yang dibangun dengan arsitektur sederhana itu, tidak kuasa menahan keganasan ombak yang terus mendera. Hanya dalam hitungan menit, rumah Fifi dan beberapa tetangganya sudah tidak tampak lagi.
“Rumah Fifi indak ado lai, alah hanyuik di baok ombak. Kecek amak, untuak samantaro Fifi tingga di dalam tenda,” katanya.
Kebetulan saja ia sudah selesai mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) dan sedang menjalani liburan sekolah. Tapi liburan tahun ini tidak sesuai dengan harapan Fifi. Tenda pengungsian menjadi sarana satu-satunya tempat ia tinggal dan bermain.
Untung bagi Fifi, penderitaan itu tidak ditanggungnya sendiri. Dalam tenda pengungsian itu, ada belasan anak lainnya yang ikut tinggal disana. Seperti keadaan Fifi, mereka juga tidak lagi memiliki rumah untuk tempat bernaung.
Hanya dengan bermain bersamalah, kesedihan mereka dapat terobati. Karena dalam usia yang relatif kecil itu, belum saatnya bagi mereka memikirkan nasib mereka selanjutnya.
“Antah sampai bilo wak disiko, awak ndak tau. Ayah jo amak pun indak ado mengecek-an bilo kami ka baliak ka rumah,” sebut teman sepermainan Fifi di tenda, Pras, 12, yang rumahnya juga ikut hanyut di bawa air pasang.
Air pasang yang melanda pesisir pantai Padang kali ini, memang menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Selain banyak rumah yang hancur dan terbawa air laut, para korban pun banyak yang mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Sehingga kerugian yang ditanggungnya tidak sedikit juga.
Di Keluruhan Parupuk Tabing saja, tercatat 726 jiwa warganya yang kehilangan tempat tinggal. Karena pasang besar itu menyebabkan sekitar 145 bangunan yang habis, rusak dan terancam berat.
Selain di Pasir Parupuk, Tabing, ombak besar itu juga mengobrak-abrik beberapa tempat lainnya, seperti Muaro dan Pasir Jambak.
Menurut para nelayan, ombak pasang yang terjadi sejak Rabu (16/5) itu disebabkan waktu yang memasuki musim galoro. Selama musim itu, mereka meyakini akan selalu terjadi pasang naik yang besar selama beberapa hari.
“Musim galoro atau musim anggau kato urang Mentawai, tajadi pada Mei sampai September. Biasonyo, ombak gadang iko paling lamo hanyo saminggu dan paliang capek tigo hari. Sasudah tu, aia susuik baliak,” kata nelayan di Pantai Padang, Anor Musbar, 53, pada Singgalang. rio/eriandi

0 Responses to “Abrasi di Padang”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


%d blogger menyukai ini: