Bulutangkis Oh Bulutangkis

Terhitung di 2013 nanti, Indonesia kehilangan salah satu tunggal terbaik pebulutangkis yang pernah ada. Pebulutangkis yang telah menorehkan sejarah bagi Indonesia dengan meraih medali emas di ajang Olimpiade. Pebulutangkis yang pernah bercokol di urutan pertama dunia.

Taufik Hidayat, nama pebulutangkis itu. Lahir di Bandung, Jawa Barat pada , 10 Agustus 1981. Taufik adalah pemain bulu tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik.

Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan Olimpiade pada saat yang sama.

Selain itu, ia juga sedang memegang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Ia tampil di Olimpiade Beijing 2008, namun langsung kalah di pertandingan pertamanya, melawan Wong Choong Hann di babak kedua.

Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.

Pengalaman lainnya antara lain pada Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005).

Segudang prestasi itu, tidak menular ke juniornya. Pecinta bulutangkis berharap ada nama baru yang menjadi ikon bulutangkis sepeninggal Taufik. Memang masih ada Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro atau Hayom. Namuntiga nama itu masih belum bisa mencapai prestasi seperti yang ditorehkan Taufik.

Taufik merupakan generasi pebulutangkis handal yang pernah dilahirkan di Bumi Pertiwi. Dulu ada nama Rudi Hartono yang berjaya di era 70-an. Kemudian berlanjut ke zamannya Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budi Kusuma, Ardy B Wiranata.

Hanya Taufik yang bisa disejajarkan prestasinya dengan nama-nama pesohor tersebut. Setelah itu tidak ada lagi. Olimpiade London menyisakan sejarah buruk bagi bulutangkis tanah air. Tidak sekeping pun emas dapat diraih. Padahal, raihan medali dari cabangĀ  bulutangkis di ajang bergengsi itu sudah menjadi tradisi bagi Indonesia. Untung saja ada cabang gulat yang menyelamatkan muka Indonesia.

Lebih memalukan lagi, ganda putri Indonesia terkena diskualifikasi di Olimpiade. Penyebabnya, tidak serius dan fair play dan bertanding. Bermain untunk mengalah. Aneh. Di mana-mana bertanding itu untuk mennag bukannya mengalah.

Kekurangan bibit bulutangkis Indonesia? Jelas. Tidak ada lagi generasi emas layaknya Taufik Hidayat atau Susi Susanti. Bulutangkis ternggelam. Tinggal kejayaan masa lalu saja yang dikenang.

Kalau Taufik mundur, dari sisi posisitf bagus. Ada regenerasi di cabang yang sudah terlanjur merakyat ini. Diharapkan ada nama-nama pengganti yang prestasi menjanjikan.

Namun, sejauhmana PBSI serius menyiapkan pengganti. Yakin saja, di tiap komplek perumahan pasti ada lapangan bulutangkis. Banyak yang bermain bulutangkis. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Pencarian bibit selama ini terpusat di Jawa saja. Di luar itu, tidak satu pun pebulutangkis potensial yang dilirik. Selain itu kejuaraan bulutangkis mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai kabupaten/kota jarang terdengar. Bahkan saat menyambut 17 Agustus pun, tidak ada kejuaraan ini.

Kalau serius, jangan hanya berbicara saja. Langsung lakukan evaluasi dan menyiapkan langkah mencari bibit.

Gandengan pemerintah daerah untuk menggelar kejuaraan secara terjadwal mencari bibit potensial. Jangan hanya bila teringat saja. Kalau bisa sekali setahun, misalnya memperebutkan Piala Walikota atau Bupati. Kalau bertemu, jangan pula disia-siakan. (*)

nb:September 2012 Harian Singgalang

0 Responses to “Bulutangkis Oh Bulutangkis”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

September 2013
S S R K J S M
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: