Ini bukan menakut-nakuti. Tapi, perlu menjadi perhatian. Beberapa waktu lalu, tetangga saya sebut saja namanya Joko mengeluhkan di bagian tengkuknya terasa gatal-gatal. Ketika saya lihat ternyata, kulit tengkuk Joko terdapat semacam pulau kecil menghitam. Ia mengatakan itulah sumber gatal-gatal itu.
Ia mengatakan kalau sakaitnya itu didapat usai bercukur. Sebenarnya, ia sudah curiga dengan seoerang lelaki usai bercukur di tempat langganannya itu. Lelaki itu selalu menutupi bagian kepalanya.
Saya pikir, ini perlu disikapi. Sebab, becukur itu juga perlu kewaspadaan. Untung saja hanya penaykit gatal-gatal. coba kalau HIV, bisa kacau juga jadinya.
Kata dokter, penyakit HIV bisa ditularkan melalui pisau cukur. Ini yang perlu diwaspadai. Jangan sampai, setelah bercukur, kita terkena virus HIV. Sebab, tukang cukur, kadang kurang mengerti dengan namanya kesehatan. Mereka mian hantam saja, tanpa menghiraukan sterilisasi peralatannya. Walaupun sepele, namun ini menyangkut kesehatan orang banyak.
Pemerintah perlu memikirkan ini. Penularan HIV tidak hanya melalui hubungan seks atau jarum suntik, pisau cukur bisa menularkan juga. Tukang cukur perlu diberikan penyuluhan kesehatan akan pentingnya sterilisasi.



0 Tanggapan ke “Tukang Cukur”