Padang–Jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat dengan Kerinci, Jambi, hingga pukul 24.00 WIB tadi malam terputus. Peristiwa ini terjadi sejak Sabtu (15/3) sekitar pukul 21.00 WIB. Material berupa tanah, kayu dan batu masih menimbun jalan negara tersebut.
Hujan deras yang mengguyur Sumbar, membuat dinding tebing longsor dan menimbun jalan sepanjang 10 meter. Lokasi longsor tersebut berada di Sungai Kunyik, Kerinci, Jambi atau 10 Km menjelang memasuki perbatasan Pesisir Selatan.
Menurut pengakuan, Koko, 27, akibat longsor, terjadi antrean kendaraan mencapai satu kilometer. Banyak pemilik kendaraan terpaksa bermalam di lokasi menjelang jalan antar provinsi dibersihkan kembali.
“Hanya kendaraan roda dua saja yang bisa lewat, sedangkan roda empat atau lebih tidak bisa,” kata Koko.
Untuk membawa kendaraan roda dua, pemilik dibantu warga mengangkatnya bersama-sama. Warga mengutip kepada setiap pemilik kendaraan roda dua biaya sebesar Rp20 ribu/kendaraan.
“Daripada terjebak, pemilik kendaraan akhirnya menggunakan jasa warga itu,” tuturnya lagi.
Ia menambahkan, akibat lonsgor tersebut, perjalanan menjadi terganggu. Biasanya waktu yang ditempuh antara Kerinci dan Pesisir Selatan hanya enam jam, sekarang menjadi 7,5 jam.
Dari Kerinci ia mengaku berangkat sekitar pukul 11.00 WIB. Seharusnya tiba di Pesisir Selatan sekitar pukul 17.00 WIB. Saat sampai di Pesisir Selatan tadi sekitar pukul 18.30 WIB.
“Tidak ada tanda-tanda alat berat yang diturunkan Pemkab Sungai Penuh. Padahal jalan itu sangat penting yang menghbungkan tiga provinsi, yakni Jambi, Sumbar dan Bengkulu.
Jalan negara itu merupakan urat nadi perekonomian kedua provinsi. Jalan tersebut selalu dilalui untuk m,engangkut hasil pertanian dan perikanan baik itu antara Pesisir Selatan maupun Kerinci.

padang media
0 Tanggapan ke “Longsor, Sumbar-Jambi Putus”