LP Muara Bobol, Tiga Terpidana Mati Kabur

dodi-marsal.jpg,hendra-sabelau.JPG,taroni-hia.jpg,irwan-sadawa-hia.jpg,efendi-markus.JPG,khairul-firman-als-barjak.JPG

Dari ki-ka: Dodi Marsal,  Hendra, Taroni, Irwan, Effendi dan Khairul Firman

 

Padang–Hati keluarga almarhum Thamrin Sikumbang menjadi cemas. Tersiar kabar, dua perampok pembunuh sadis Taroni Hia dan Irwan sadwa Hia kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Muara Padang. Tragedi ‘Bayur Bedarah’ kembali menghantui. Pasalnya, peristiwa itu terjadi menjelang Idul Fitri 2001 lalu. Suami istri Thamrin Sikumbang, 50, Syamsinar, 46, anaknya Dodi Mahendra dibunuh, di rumahnya di Bayur, Maninjau, Kabupaten Agam.

“Kami cemas, perampok dan pembunuh sadis itu berada di luar penjara. Jangan-jangan, mereka datang kemari hendak menghabisi keluarga kami,” kata Desi, anak almarhum Thamrin Sikumbang.

Bagimana tidak, saat peristiwa itu terjadi, salah seorang pelaku sempat mengancam Ref adik Desi yang melihat langsung kejadian itu. Kepada Ref, pelaku berjanji, akan kembali lagi menghabisi keluarga mereka yang masih tersisa.

Sekarang ini, ia mengaku bersama tiga adiknya mengungsi ke tempat yang dianggap aman. Mereka khawatir kedua pelaku datang tiba-tiba dan memenuhi janjainya menghabisi keluarganya yang tersisa.

Ditambahkan Desi, sebetulnya sampai saat ini trauma pasca perampokan dan pembunuhan berdarah itu masih tersisa. Bahkan adik-adiknya, sangat takut jika harus bertemu dengan orang lain yang dianggap asing.

“Kami mendesak kedua terpidana mati itu segera ditangkap dan langsung dieksekusi. Keduanya sangat berbahaya,” kata Ketua Lembaga Pembinaan dan Bantuan Hukum Pagaruyung Cabang Lubuk Basung, Masrizal, S.H.

Lolosnya kedua terpidana dari sel tahanan jelas kelalaian petugas Lapas. Perbuatan tersebut melukai hati keluarga dan masyarakat Bayur, Kabupaten Agam.

Ia berjaniji segera mengirim surat kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kapolda dan berbagai instansi yang terkait. Ia mendesak aparat keamanan secepat mungkin menangkap mereka.

Dt. Sinaro menyatakan kejadian itu memperlihatkan hukum tidak diterapkan secara adil. Untuk itu, jika dalam waktu dekat kedua pembunuh tersebut tidak juga tertangkap maka masyarakat Agam secara beramai-ramai akan berangkat ke Padang menuntut kejelasan kasus itu.

Rohaniawan juga menyesal

Ny. Pasti Bangsa Pardede, 60, rohaniawan Kristen ikut menyesal dengan larinya kedua terpidana mati itu. Ia meminta kepada Taroni dan Irwan segera menyerahkan diri kepada petugas. Kalau memang Tuhan berkehendaqk mati di tangan regu tembak, itu lebih baik daripada kabur.

“Pulanglah nak, lari itu tidak menyelesaikan masalah. Kalau masih di luar, kalian bisa ditembak mati. Lebih terpuji kalian mati di eksekusi daripada lari,” katan Ny. Pasti Pardede.

Nyonya Pardede mengimbau Irwan dan Roni untuk segera menyerahkan diri kepada aparat berwajib. Kalau memang harus mati di depan regu tembak, kata Ny. Pardede berarti itu sudah kehendak Tuhan. Lebih terpuji rasanya dari pada mati ditembak saat melarikan diri.

Ny Pardede sering datang ke Lapas Muara Padang untuk memberikan santapan rohani untuk narapidana beragama kristen. Di dalam Lapas Mauaralah ia mengenal Taroni dan Irwan.

Ia bercerita, dulu sewaktu menjadi tahanan titipan. Ia yang datang setiap Rabu memberikan santapan rohani bertemu dengan Taroni dan Irwan. Awalnya, keduanya sangat tertutup.

Setelah diberi pencerahan, perlahan-lahan mereka mulai terbuka. Bahkan tidak ada lagi rasa frustasi di antara mereka. Terakhir, mereka seperti kembali bergairah melanjutkan kehidupan. Tidak ada bayangan dieksekusi.

Kalapas diganti

Direktur Bina Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Asdjudin Rana, mengangkat Mahendro sebagai pelaksana haroian (Plh) Kalapas Muara Padang. Ia menggantikan Sudarno yang dinonaktifkan.

Selain itu, Kepala Pengamanan LP Viverdi Anggoro dan Komandan Regu II Yuneldi juga dinonaktifkan. Adjudin mengangkat Marten untuk menggantikan Viverdi Anggoro. Kepada wartawan Asdjudin menayatakan, menindak tegas petugas Lapas yang terbukti lalai menjalankan tugas. Sanksi yang diberikan nanti, tergantung tingkat kesalahannya.

“Semantara ini, ketiganyakami istirahatkan untuk kepentingan penyelidikan. Jika mereka terbukti tidak bersalah, dikembalikan ke jabatannya dulu,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM Sumbar Budi Sulaksana. Menurut Budi Sulaksana pelantikan tersebut atas perintah Menteri Hukum dan HAM.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lapas Muara Padang bobol. Enam terpidana tiga diantaranya Irwan Sadawa Hia, 26, dan Taroni Hia, 28, dan Dodi Marsal, 41, merupakan terpidana mati.

Tiga lainnya yakni Fendi Markus, 27, terpidana 20 tahun kasus pembunuhan, Hendra Sabelau, 22, terpidana kasus jambret yang dihukum sembilan bulan dan untuk kasus kedua tengah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Padang dituntut 12 tahun penjara karena memperkosa anak dibawah umur, serta Khairul Firman alias Barjak, 32, terpidana satu tahun kasus jambret.

Mereka kabur, pada Selasa (9/10) sekitar pukul 03.00-05.00 WIB saat penghuni Lapas lainnya tengah santap sahur. Mereka kabur dengan menggergaji ventilasi . Setelah itu dengan mekikat sarung satu-persatu mereka memanjat dinding Lapas.

About these ads

2 Responses to “LP Muara Bobol, Tiga Terpidana Mati Kabur”


  1. 1 yuke November 6, 2007 pukul 5:07 am

    Bang Eriandi yang baik,

    Saya Yuke mayaratih, produser program “wanted” di ANTV. Program ini bertujuan menayangkan wajah buron, agar masyarakat mengenal dan kemudian bisa melaporkan keberadaan sang buron. karena acara ini juga menjadi tontonan serius bagi polisi. Tentunya, kami juga ingin tanggapan dari pihak keluarga korban ( untuk mengungkapkan kekuatiran/ketakutannya jika buronan berbahaya ini tidak SEGERA ditemukan. Artinya bisa saja mengancam keluarga lain. mengingat profesinya “perampok sadis”. Oya, apakah saya bisa minta bantuan untuk mendapatkan alamat/tlp korban ( keluarga almarhum thamrin sikumbang dan ny pardede?)? oya, saya bisa di email di y_mayaratih@yahoo.com

    trims dan salam,
    Yuke mayaratih

  2. 2 H. Manullang November 14, 2007 pukul 9:35 pm

    Kaburnya dua terpidana mati ini mengagetkan masyarakat khususnya para keluarga korban yang menurut pengadilan dibunuh oleh Irwan dan Taroni Hia.

    Berita ini tentu sangat membuat keluarga korban takut, cemas, dan sebel kepada aparat terkait kenapa sampai bisa lalai dalam menjaga para terpidana mati itu. Masyarakat yang bersimpati terhadap keluarga korban juga ikutan sebel dan kesal sembari berharap agar terpidana mati ini secepatnya tertangkap kembali.

    Menurut yang saya baca di koran, internet dan media2 lainnya, masyarakat cenderung hanya berpihak kepada keluarga korban dan serta merta memojokkan Irwan dan Taroni Hia yang telah divonis pengadilan untuk mati didepan regu tembak.

    Coba kita berpikir lebih netral, dan mencoba memahami perasaan Irwan dan Taroni Hia?? Kira2 kalau anda dalam posisi mereka akan bagaimana?? Sudahkah anda yakin bahwa Irwan dan Taroni memang benar2 dengan sengaja melakukan pembunuhan itu, atau mungkin saja mereka tidak melakukannya, atau mungkin juga mereka dijebak oleh pembunuh aslinya.

    Kita semua tahu bahwa putusan pengadilan adalah hasil karya manusia lemah dan penuh dengan dosa. Dan kita juga sama2 tahu bahwa para hakim di dunia ini atau khususnya di Indonesia cenderung berkiblat pada duit kan? Juga para Jaksa, Polisi, dan lain2. Bukan menuduh sih, tapi seperti informasi yang kita dapat dari berbagai media, banyak sungguh aparat penegak hukum yang justru mempermainkan hukum. Ada hakim karena disogok segepok duit justru malah membebaskan yang benar2 bersalah…ada polisi yang karena duit justru malam mencari kambing hitam untuk dikorbankan agar pelaku sesungguhnya bebas. Ada juga seorang jaksa yang karena duit bersedia kerja keras mencari delik hukum agar seseorang yang tidak bersalah jadi bersalah. So???? Semua karena duit kan?

    Nah, untuk kasus Irwan dan Taroni, mereka adalah dua orang perantau dari Nias dan mungkin saja menurut saya orang ini termasuk dari golongan yang miskin alias tidak punya banyak duit untuk menyogok aparat penegak hukum tadi. Mungkin juga mereka ini justru jadi korban dari rekayasa hukum. Dan masih banyak kemungkinan yang lain….

    Tapi okelah, anggaplah misalnya mereka ini memang benar2 pelaku dari pembunuhan itu. Tapi pernah tidak kita pikirkan kenapa mereka sampai tega membunuh? Apakah mereka ini sebelumnya sudah pernah dipidana karena kasus yang sama?? Mungkin saja mereka ini membunuh karena terpaksa, mungkin saja mereka ini membunuh karena merasa dihina oleh korban atau pihak keluarga korban?? Saya yakin kalau mereka ini masih manusia normal tidak mungkin tega membunuh sesama manusia. Kecuali terpaksa. Atau kalau mereka bukan manusia normal alias gila malah harus bebas dari hukum donk. Orang gila kan tidak bisa dipidana (menurut UU yang berlaku loh!). Orang gila mestinya harus dibawa ke RS Jiwa bukan dipenjara apalagi sampai dihukum mati!

    Kita sih enak saja ngomong dari luar penjara, sambil minum kopi dan makan pisang goreng ngomongin kenapa mereka bisa lari, kok bisa gitu, kok bisa gini, dll. Tapi coba anda bayangkan kalau anda yang jadi mereka, setiap harinya menunggu dipanggil eksekutor untuk ditembak mati dengan tangan terikat, diikatkan pada sebatang pohon, mata ditutup, dan dor!!, mati!!. Layaknya ayam potong, atau seperti sapi kurban yang demi untuk memuaskan kebutuhan manusia harus menerima resiko kematian.

    Tapi okelah kalau sapi dan ayam sih binatang, tapi Irwan dan Taroni kan manusia yang menurut undang2 didunia ini harus dilindungi hak hidupnya. Walaupun mereka itu membunuh, tapi mungkin mereka itu punya alasan kan? seperti yang saya katakan tadi, tidak mungkin mereka membunuh kalau tidak punya alasan. Mungkin karena dikasari oleh korban, ingat loh, ada pepatah mengatakan “mulutmu harimau mu”. Mungkin saja si korban pernah mengeluarkan kata2 yang merendahkan harga diri si Irwan dan Taroni, hingga mereka kalut dan emosi sehingga jadi nekat membunuh.

    Disisi lain juga harus kita pahami bahwa yang namanya pembunuhan kan tidak mesti dengan benda tajam. Korupsi juga termasuk salah pembunuhan massal. Coba kita ingat pernah tidak para koruptor di negara ini yang dihukum mati?

    Dibanding kasus Irwan dan Taroni menurut pendapat saya lebih pantas para koruptor ini yang ditembak oleh regu tembak (biasanya dari Brimob). Dan menurut saya lebih hina para koruptor ini dari pada Irwan dan Taroni.

    Saya yakin hari demi hari Irwan dan Taroni selalu merenung kenapa mereka diperlakukan begini, kok bisa seberat ini hukumannya, atau kok pengadilan tidak mau mengindahkan alasan2 mereka yang terpaksa membununh karena emosi, tersinggung dan lain-lain.

    Setiap hari mereka selalu dibayang-bayangin oleh kematian. Setiap saat mereka bisa saja dijemput oleh tim eksekutor untuk dieksekusi. Mungkin setidaknya pelarian ini adalah salah satu bentuk usaha mereka untuk terus hidup. Dan mungkin saja dalam pelariannya ini mereka ingin mencari suatu bukti baru yang meyakinkan pengadilan bahwa mereka tidak bersalah. Atau mungkin saja pelarian ini adalah suatu bentuk usaha mereka untuk ketemu orang-orang yang mereka sayangi yang selama ini tidak diizinkan untuk bertemu selama mereka di penjara? Dan masih banyak kemungkinan2 lain. Jangan terburu-buru berpikiran negatif.

    Irwan dan Taroni,

    Saya hanyalah seorang masyarakat biasa yang suka mengamati berita2 hukuman mati yang diberlakukan di Indonesia ini. Saya berharap dalam pelarian anda, janganlah berbuat dosa lagi, jangan pernah membunuh lagi. Kalau memang pelarian anda ini untuk membuktikan sesuatu yang baik maka buktikanlah! Dan jangan lupa berdoa agar kalian selalu dibimbing oleh Tuhan dalam setiap langkah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Oktober 2007
S S R K J S M
« Agu   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: