Painan, Singgalang
Belum berhasilnya tim pencari menemukan 13 nelayanan Kapal Motor (KM) Tarusan Jaya yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Penyu, Pesisir Selatan (Pessel), membuat banyak pihak saling berargumen. Lanjutkan membaca ‘Nelayan Pessel tak Ditemukan Juga’
Arsip untuk Juni 23rd, 2007
Padang Digoyang Gempa
Padang , Singgalang
Gempa lagi. Tadi malam, dua kali daerah ini dihoyak gempa. Gempa pertama dengan kekuatan 3,9 SR, sekitar pukul 17.25 WIB. Gempa berikutnya terjadi sekitar pukul 20.23 WIB dengan kekuatan 4,1 SR. Sejak tanggal 6 Maret 2007 dengan kekuatan 6,2 SR hingga 12 Juni 2007 telah terjadi enam kali gempa. Tak putus dihoyak gempa dan tadi malam diguncang lagi. Observer gempa dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Sugeng Prayitno, kepada Singgalang tadi malam mengatakan, gempa yang terjadi tersebut tidak merusak. Namun, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Titik episentrum gempa petama berada di 1,63 Lintang Selatan dan 99,64 Bujur Timur. Posisinya berada di Selat Mentawai atau berada di 145 kilometer arah barat daya Kota Padang Panjang pada kedalaman 30 kilometer. “Gempa kedua juga berada di titik yang sama dengan posisi yang juga sama,” kata Sugeng. Lanjutkan membaca ‘Padang Digoyang Gempa’
Tentang Eriandi
Saya dilahirkan di Padang pada 12 Mei 1978 lalu. Entah mengapa saya terdampar menjadi seorang wartawan. Sejak usia dua tahun, memang saya sudah diajrkan oleh orangtua untuk sering membaca. Eriandi kecil dulu sering dibacakan berita dari koran oleh kakak. Korannya kalau tidak salah Pos Kota. Hingga saya menginjakkan kaki di sekolah dasar, paling suka membaca Pos Kota terutama bagian kartun. Makanya saya sudah kenal dengan Ali Oncom, Si Otoy, Doyok dan lainnya.
Lalu saya duduk dibangku STM. Pikirannya, tamat sekolah langsung kerja. Ternyata benar, saya bekerja, tapi tidak lama. Berganti-ganti hingga terdampar di Kota Bogor. Pernah suatu kali jalan-jalan di Bogor, saya melihat spanduk pelatihan jurnalistik bagi wartawan pemula. Saya pikir, kalau punya duit, saya mau ikut juga. Namun dasar kere, saya kembali ke Padang.
Di sinalh awal cerita mulai menginjakkan kaki di dunia wartawan. Pertamanya saya iri melihat teman saya yang bekerja jadi wartawan. Inin juga seperti dia. Niat semakin menggebu-gebu, manakala melihat dia masuk ke GOR H Agus Salim menonton Semen Padang bertanding tidak membayar.
Niat saya cuma satu, nonton bola. Hingga pada 2001, datanglah tawaran dari teman saya itu untuk menjadi wartawan di SKM Rakyat Mandiri. Saya langsung setuju. Hingga sekarang bekerja di Harian Singgalang. Setidaknya, ssaya sudah pernah mencoba di jurnalisitk radio dan cetak



Komentar Terakhir