Nimatnya Kamar Kos di Padang

Padang, Singgalang

 

…Senengnya kalau udah main di tempat kos-kosan,

tempat yang cocok kalau kamu mau gituan…

Penggalan lagu Kungpow Chickens yang sudah menjadi hits anak mudas di atas, bisa dijadikan gambaran kehidupan sebagian kalangan remaja dewasa ini. Mereka seolah semakin kreatif dan inovatif saja dalam upaya berbuat maksiat (seks), dengan merubah fungsi rumah kos-kosan menjadi sarana berbuat mesum.

Rumah sewa atau yang ngetrend disebut rumah kos-kosan dewasa ini telah banyak yang berubah fungsi. Bukan lagi hanya sekedar sebagai tempat tinggal sejenak bagi mahasiswa dan pelajar yang berasal dari luar kota, tapi banyak pula yang berubah menjadi tempat pelampiasan maksiat terselubung.

Berdasarkan investigasi Singgalang di beberapa lokasi rumah kos di Kota Padang, tidak sedikit yang bisa dijadikan tempat aman untuk ML (making love) para anak kost. Karena tidak sedikit pula rumah kos yang menerima penyewa tanpa membedakan jenis kelamin.

Disamping itu, ada faktor lain yang juga menjadi penyebab terjadinya fenomena itu, yakni tidak semua rumah kos dijaga oleh bapak atau ibu kos. Sehingga para anak kos menjadi lebih bebas dan bisa berbuat sesuka hati mereka.

Saat ini, kalau kita melakukan survey terhadap para pelajar yang mencari rumah kos yang akan ditempatinya, 99 persen dari mereka cenderung memilih yang rumah kos yang tidak ada ibu atau bapak kosnya. Karena yang mereka inginkan adalah kebebasan.

Sebahagian besar dari mereka ada yang berpikir bahwa setelah mereka menyewa/membayar rumah, berarti tempat tersebut sudah menjadi miliknya dan aturan yang berlaku adalah aturan mereka. Pemilik rumah kos pun juga banyak yang tidak mau ambil pusing dengan norma-norma yang berlaku, bagi mereka, asal anak kosnya tepat waktu membayar sewa bulanannya, itu sudah cukup.

Akibatnya berbagai kasus pergaulan sex bebas muda-mudi dan peredaran narkoba yang terungkap, salah satu ajang perbuatan terlarang itu adalah rumah kos.

Kota Padang yang merupakan salah satu kota tujuan pelajar dari seluruh Indonesia, fenomena kebebasan ini sudah mulai tumbuh subur.

Beberapa waktu yang lalu, tim investigasi Singgalang mencoba menguak tabir kebebasan yang terjadi di beberapa rumah kos yang tersebar di Kota Padang.

Sebut saja, Nia (bukan nama sebenarnya), mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota ini mengaku secara blak-blakan bahwa ditempat kos ia menemukan sejuta kebebasan, karena jauh dari pantauan orang tuanya yang berada di luar Kota Padang.

“Jika saya ingin pulang jam berapapun tidak ada yang akan komplain. Jika saya membawa teman lelaki masuk ke kamar kos, paling teman sekosan hanya diam,” ujar cewek 22 tahun ini.

Hal senada juga diakui beberapa mahasiswa yang dimintai keterangan oleh Singgalang beberapa waktu

15 Responses to “Nimatnya Kamar Kos di Padang”


  1. 1 cak nank Agustus 16, 2007 pukul 4:25 pm

    ya, realitas menyedihkan yang hampir terjadi di semua belahan bumi Indonesia.

  2. 2 lameh, wartawan solok November 8, 2007 pukul 10:22 pm

    kadang-kadang lameh wak mancaliaknyoooo

  3. 3 vee^_^ Desember 1, 2007 pukul 6:16 am

    indak pulo kayak gitu kasado kosan di padang do!!
    di kost kami se lai aman2 c nyo..

  4. 4 catra April 26, 2008 pukul 3:40 pm

    gara2 nila setitik rusak susu sebelanga

  5. 5 eka Juni 24, 2008 pukul 8:08 am

    astagfirulahulazim, bukakanlah pitu hatinya

  6. 6 fitra November 13, 2008 pukul 6:56 am

    Hal baru yang baru ditemukan atau hal lama yang baru ditemukan…
    Saya yakin masih sangat banyak mahasiswa dan pelajar berprilaku baik…kalo tidak indikasinya gampang banyak yang hamil muda…hehehe

  7. 7 syaiful April 21, 2009 pukul 2:32 pm

    jangan rusak kepercayaan yang telah diberikan oleh orang tua mu.

  8. 8 Ali murni Oktober 15, 2009 pukul 12:15 am

    Batambah tele urang awak ko. Ndak ado raso jo pareso. Itu adalah karena di sekolah mereka tidak ada pelajaran agama. Mereka hanya menuntut ilmu dunia untuk mendapatkan materi dan kesenangan dunia semata. Kalau mereka tahu agama tentu mereka tidak mau berbuat mesum di tempat kos. Adat minang sudah habis terkikis oleh globalisme. Sedahsyat apapun gempa menimpa sumbar tidak akan berpengaruh terhadap prilaku mereka. Karena mereka tidak dibekali iman. Menurut pengamatan saya, banyak sekali informasi yg saya dapat di internet bahwa di padang banyak tempat-tempat maksiat, pondok baremoh dilegalkan oleh pemerintah dg alasan parawisata. Sehingga sepantasnyalah mereka mendapat azaban ini. Setelah gempa 30 september 2009 ada harapan bagi saya sbg org minang bahwa adat minang yg basandi syara’, syara’ basandi kitabullah akan kembali diterapkan, tetapi apa dinyana setelah 10 hari gempa berlalu pantai padang ramai kembali dikunjungi untuk bermaksiat, mereka tak menghiraukan azan maghrib dan tetap berpacaran/making love di pantai itu. Nyatanya mereka tidak sadar sama sekali.

  9. 9 Wempi Oktober 18, 2009 pukul 6:48 am

    Mungkin ada tapi hanya sebagian kecil…

    wempi yang sudah terbiasa berpetualang pindah-pindah kost mencari harga miring. belum pernah menemukan hal seperti yang dituliskan, walau tidak ada ibu kostnya sekalipun.

    jangan buat pemberitaan seolah-olah sebagian besar tempat kost di padang macam begitu. padang selain kota tujuan wisata juga kota tujuan pendidikan.

    orang tua akan urung melepas anaknya sekolah ke padang membaca tulisan ini yang bisa diakses dari mana saja.

  10. 10 damai Desember 9, 2009 pukul 7:44 am

    Astagaaa.. . . .
    makin hari, makin hancur.,,,,

  11. 11 Erwindo Maret 12, 2010 pukul 4:29 am

    padang mendingan dari kota2 lain di indonesia, itu tidak seberapanya

  12. 12 RIKI Juli 5, 2010 pukul 8:28 am

    BATUA TU WEMPI. JAAN DISAMOKAN SE KASADONYO. ADO SIH YANG MALUKAN ITU. MANGA DI PADANG , DIMA SE ADO NAN MODEL ITU. TUGAS PEMUDA JO MASYARAKAT MANJAGO KAMPUANGNYO DARI PERBUATAN SEPERTI ITU. KALAU TAMPEK AMBO…KADAPATAN SAJO BA DUO2 DI KAMAR.ALAH KANAI PUGA SUDAH TU KANAI DANDO PULO 20 ZAK SEMEN. SUDAH TU DIUSIA PULO DARI RUMAH KOS TU. KALAU NDAK SANGGUP MAMBAYIA DANDO DI SARAHKAN KA SATPOL PP. BIA NDAK KALUA DI KORAN. BIASONYO NAN TA TANGKOK TU BANYAK DARI LUA SUMBAR.

  13. 13 health Juni 6, 2011 pukul 10:06 pm

    memang saat ini banyak sekali penyalahgunaan kamar kost, terutama kost cewek, tapi itu juga dikarenakan pemilik kost yang terkesan cuek dan ga peduli, maka jadilah kamar kost menjadi tempat mesum.

  14. 14 antu Juli 24, 2011 pukul 12:50 am

    antahlah kadang kita mikir …
    untuk apa mereka hdp yg mubazir…
    berharap knikmatan sesaat ,mending nikah halal..
    lagian ndak penting kuliah lama2 klo hanya tuk buat bobrok akhlak…
    yg penting kenali siapa kita di depan tuhan…


  1. 1 2010 in review « Eriandi Lacak balik pada Januari 3, 2011 pukul 5:31 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tangkelek

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Masukkan alamat email Anda

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

Bagian

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

Harian Singgalang

tweet saya


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: