Arsip untuk Juni 6th, 2007
BENDI
PERSIAPAN
Padang, Singgalang
Dalam seminggu, tiga tersangka pengedar dan pemakai narkoba diringkus tim direktorat narkoba Polda Sumbar. Saat ini ketiga tersangka mendekam di sel Mapolda Sumbar.
Direktur Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Ade Rahmat Suhendi kepada wartawan, Rabu (6/6) mengatakan, ketiga tersangka masing-masing FD, warga Tunggul Hitam, AG, warga Jalan Bahari dan RM, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Padang.
Dari tangan FD, petugas menyita barang bukti satu paket putaw, sedangkan dari tersangka AG dan RM, petugas mengamankan satu ons dan enam paket kecil ganja.
Tertangkapnya AG dan RM, berawal dari penyelidikan petugas bahwa, peredaran narkoba di salah satu perguruan tinggi swasta di Padang sudah mengkhawatirkan.
Pada Senin (4/6) sekitar pukul 10.00 WIB, petugas mendapat informasi RM tengah menghisap ganja di pinggir laut di belakang kampus. Tidak membuang waktu, polisi mendatangi tempat itu.
Benar saja, tersangka RM saat itu tengah menghisap ganja. Petugas lalu meringkus RM berikut barang bukti satu linting ganja bekas dihisap.
Polisi lalu mengorek keterangan RM asal diperolehnya ganja itu. Kepada polisi RM bernyanyi, kalau ganja itu diperolehnya dari AG yang memupunyai kedai di dekat pintu gerbang kampus.
Sekitar pukul 15.30 WIB, petugas lalu mendatangi AG. Waktu itu, AG tengah duduk sendirian di kedainya. Polisi lalu menggerebek kedai tersangka.
Awalnya AG membantah telah menjual ganja kepada RM. Namun, alasan itu mentah ketika petugas menemukan satu bungkus ganja seberat satu ons di dalam kantong plastik.
Tersangka putaw
Sedangkan FD ditangkap pada Rabu (31/5), tertangkap sekitar pukul 16.00 WIB di depan Masjid Hidayah, Tunggul Hitam, Padang. Tersangka sudah lama menjadi target operasi petugas.
“Dari tangan FD, kami menemukan barang bukti satupaket putaw yang disimpan di dalam sewdotan,” tambah Ade Rahmat.Eriandi/SM Ridha
Padang, Singgalang
Puluhan warga Jati Kampuang Pinang, Padang, tadi malam menggerebek sebuah rumah kos. Di dalamnya, warga menemukan sepasang muda-mudi tengah berdua-duaan. Pasangan itu adalah YL, 19, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Padang dan DS, 28, mahasiswa perguruan tinggi swasta terkemuka.
Andi, Ketua Karang Taruna Jati kepada Singgalang mengatakan, penggerebekan itu dilakukan karena, warga curiga dengan DS. Kecurigaan warga berawal ketika DS membawa teman wanitanya ke dalam kamar.
“Kami lalu mengintai keduanya. Setelah masuk, keduanya mengunci pintu kamar,” kata Andi.
Ketika ditunggu, pasangan itu tidak juga keluar dari kamar. Karena bisa mencemarkan kampung, warga bersama ketua RT setempat lalu mendatangi kamar kos itu.
Mereka lalu bersama-sama menggedor pintu kos. Awalnya, dari dalam tidak ada sahutan. Ketika warga mengancam akan mendobrak paksa, barulah DS membuka pintu kamar.
“Di dalamnya, kami memang melihat keduanya tengah berduaan dan tidak sempat berbuat hal yang dilarang. Akan tetapi, kalau dibiarkan, bisa saja aktifitas mereka berlanjut di dalam kamar,” tutur Andi.
Ia menambahkan, sudah sering kali warga melihat DS membawa teman wanitanya itu ke tempat kos. Sering kali pula warga melihat DS mengunci pintu kamar. Karena sudah kesal, warga berinisiatif menggerebek DS.
Setelah menggerebek pasangan mahasiswa itu, warga lalu menyerahkannya ke Polsekta Padang timur untuk ditindaklanjuti.





Komentar Terakhir