Padang , Singgalang
Isu akan terjadi gempa berkekuatan 7,9 skala richter (SR) 7 Juni lusa, sebagaimana yang sempat disiarkan stasiun televisi CNN sama sekali tidak benar. Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Padang Panjang, Sumarso menyebut itu isu yang menyesatkan. Sumarso mengingatkan masyarakat, tidak perlu panik. Belum ada satu alat pun di atas dunia yang bisa memperkirakan terjadi gempa. “Gempa baru bisa diketahui setelah kejadian,” jelas Sumarso. Namun ia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Gempa itu fenomena alam. Gempa bisa saja terjadi setiap hari. Hanya saja, gempa belum bisa dideteksi kapan akan terjadi,” jelasnya.
Isu akan tejadi gempa yang disebut-sebut akan akan menguncang Indonesia beredar luas setelah stasiun televisi Amerika Serikat CNN dalam siarannya beberapa waktu lalu memprediksi akan terjadi gempa hebat di Indonesia, termasuk di Sumatra .
Gelombang laut
Sementara itu Kepala BMG Tabing, Padang , Emrizal yang dihubungi Singgalang kemarin sore membenarkan dalam dua hari belakangan tinggi gelombang laut mencapai dua hingga tiga meter. Namun dalam beberapa hari ke depan akan kembali normal. Emrizal menyebut, penyebab tingginya gelombang laut itu karena kencangnya angin yang berhembus dari arah barat daya menuju pantai barat Sumatra .
Kekuatan angin sekitar 30 Km per jam atau 20 knot, namun tingginya gelombang laut merupakan gejala alam yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Untuk beberapa hari ke depan, kata Emrizal, mungkin saja tingginya gelombang laut akan tetap terjadi. Ia berharap masyarakat tetap waspada tapi tidak perlu terlalu khawatir.
Tetap melaut
kemarin LKBN Antara melaporkan, meski isu gempa dan gelombang laut tinggi beredar luas di kalangan nelayan Cilacap, Jateng, nelayan setempat tetap melaut. Begitu pula nelayan di pantai Bantu, Yogyakarta . Petugas SAR Pantai Parangtritis Bantul, Taufik mengatakan gelombang laut pantai selatan Bantul pada Senin kemarin tetap normal dan nelayan setempat tetap menjalani aktivitas mencari ikan di laut. “Jadi gelombang pasang dan gempa 7,9 SR disertai tsunami yang diisukan bakal terjadi 7 juni 2007 tidak mempengaruhi aktivitas nelayan di kawasan pantai selatan Bantul,” ujarnya.
Ia mengatakan, anggota tim SAR pantai Parangtritis sering memperoleh pertanyaan sekitar isu melalui SMS itu, dari sejumlah warga maupun wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata pantai Parangtritis. Perairan laut selatan Pulau Jawa terkenal ‘ganas’ dan Pantai Karangteritis acapkali menjadi sasaran amukan gelombang pasang. Eriandi





Komentar Terakhir