Arsip untuk Juni 4th, 2007

04
Jun
07

Tidak Ada Gempa 7 Juni

Padang , Singgalang
Isu akan terjadi gempa berkekuatan 7,9 skala richter (SR) 7 Juni lusa, sebagaimana yang sempat disiarkan stasiun televisi CNN sama sekali tidak benar. Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Padang Panjang, Sumarso menyebut itu isu yang menyesatkan. Sumarso mengingatkan masyarakat, tidak perlu panik. Belum ada satu alat pun di atas dunia yang bisa memperkirakan terjadi gempa. “Gempa baru bisa diketahui setelah kejadian,” jelas Sumarso. Namun ia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Gempa itu fenomena alam. Gempa bisa saja terjadi setiap hari. Hanya saja, gempa belum bisa dideteksi kapan akan terjadi,” jelasnya.
Isu akan tejadi gempa yang disebut-sebut akan akan menguncang Indonesia beredar luas setelah stasiun televisi Amerika Serikat CNN dalam siarannya beberapa waktu lalu memprediksi akan terjadi gempa hebat di Indonesia, termasuk di Sumatra .

Gelombang laut
Sementara itu Kepala BMG Tabing, Padang , Emrizal yang dihubungi Singgalang kemarin sore membenarkan dalam dua hari belakangan tinggi gelombang laut mencapai dua hingga tiga meter. Namun dalam beberapa hari ke depan akan kembali normal. Emrizal menyebut, penyebab tingginya gelombang laut itu karena kencangnya angin yang berhembus dari arah barat daya menuju pantai barat Sumatra .
Kekuatan angin sekitar 30 Km per jam atau 20 knot, namun tingginya gelombang laut merupakan gejala alam yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Untuk beberapa hari ke depan, kata Emrizal, mungkin saja tingginya gelombang laut akan tetap terjadi. Ia berharap masyarakat tetap waspada tapi tidak perlu terlalu khawatir.

Tetap melaut
kemarin LKBN Antara melaporkan, meski isu gempa dan gelombang laut tinggi beredar luas di kalangan nelayan Cilacap, Jateng, nelayan setempat tetap melaut. Begitu pula nelayan di pantai Bantu, Yogyakarta . Petugas SAR Pantai Parangtritis Bantul, Taufik mengatakan gelombang laut pantai selatan Bantul pada Senin kemarin tetap normal dan nelayan setempat tetap menjalani aktivitas mencari ikan di laut. “Jadi gelombang pasang dan gempa 7,9 SR disertai tsunami yang diisukan bakal terjadi 7 juni 2007 tidak mempengaruhi aktivitas nelayan di kawasan pantai selatan Bantul,” ujarnya.
Ia mengatakan, anggota tim SAR pantai Parangtritis sering memperoleh pertanyaan sekitar isu melalui SMS itu, dari sejumlah warga maupun wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata pantai Parangtritis. Perairan laut selatan Pulau Jawa terkenal ‘ganas’ dan Pantai Karangteritis acapkali menjadi sasaran amukan gelombang pasang. Eriandi

04
Jun
07

Panji Alam Lapor Balik ke Polisi

Padang, Singgalang
Kisruh antara anggota DPRD asal Fraksi Golkar, Basran Basyir dengan DPRD Golkar Kota Padang soal Pengganti Antar Waktu (PAW), semakin meruncing. Setelah minggu lalu Basran melaporkan Ketua DPD Partai Golkar Padang, Z. Panji Alam dengan laporan pemalsuan tandatangan dan manipulasi data, Senin (4/6), giliran Panji melaporkan balik Basran ke Poltabes Padang, atas pencemaran nama baik dan perlakuan tidak menyenangkan.
Panji melaporkan balik Basran Basyir ke Poltabes Padang sekitar pukul 10.30 WIB, didampingi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Afrizal, Yulsirman dan Mirkadri Miyar serta Kuasa Hukum Partai Golkar, Syaiful, S.H.
Kuasa Hukum Partai Golkar, Syaiful menuturkan, kliennya melaporkan balik Basran Basyir atas pelanggaran Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencemaran nama baik dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.
Sementara itu Panji menuturkan, pihaknya melaporkan balik Basran Basyir ke Poltabes Padang guna menempatkan sesuatu sesuai dengan fakta-fakta hukum. Sebab, sekarang sudah terbentuk image bahwa Ketua DPD Partai Golkar Padang memalsukan tandatangan dan memanipulasi data Basran Basyir atas proses PAW yang bersangkutan.

“Saya melaporkan perbuatan Basran Basyir yang tidak menyenangkan dan mencemarkan nama baik saya. Sebab, saya tidak pernah melakukan pemalsuan tandatangan sekaligus manipulasi data. Apa yang dilakukan oleh Basran, merupakan penghinaan bagi saya secara pribadi dan selaku ketua partai. Sebab, selaku kader partai, saudara Basran sudah dipanggil dan sesuai kesepakatan, partai akan melakukan prosedural yang berlaku. Partai akan tetap menjalankan amanah ini (PAW). Sebab, pada saat pemilihan legislatif lalu, daerah pemilihan tiga dengan calon Basran Basyir dan Jamasri, hanya mendapatkan satu kursi di DPRD Kota Padang. Maka disepakatilah, masing-masing akan menjalankan tugas sebagai anggota DPRD, 2,5 tahun/seorang,”sebutnya.
Panji merunut kronologis bagaimana Basran Basyir di PAW dan digantikan oleh Jamasri. Menurutnya, perjanjian antara Basran dan Jamasri dibuat di ruangan kerjanya di kantor DPD Partai Golkar Padang pada 26 Desember 2003. Turut hadir sebagai saksi atas perjanjian tersebut adalah para Wakil Ketua DPD Partai Golkar yakni Afriza, Mirkadri Miyar, Yulsirman, Hj. Yusda Safni Bakar dan Alias Lasin.
Setelah berkoordinasi dengan Ketua DPD Partai Golkar Sumbar, bahwa berdasarkan pengalaman PAW di DPRD Provinsi Sumbar dari anggota Golkar, yakni antara Jufriadi dan Zulkanedi Said yang juga mengalami benturan, maka dilengkapi dengan membuat surat pengunduran diri bagi anggota Golkar yang mengambil jatah pertama selaama 2,5 tahun menduduki kursi di DPRD. Maka di Kota Padang, Basran selaku pengambil jatah pertama, membuat surat pernyataan pengunduran diri.
Surat pengunduran diri tersebut, ucap Panji, dibuat pada 27 September 2003 di Simpang GIA Tabing, rumah mertu Panji Alam. Saat itu, di serambi rumah disampaikanlah bahwa dari DPD Golkar Sumbar sebaiknya dilengkapi dengan surat pengunduran diri, supaya proses pelaksanaan PAW pada waktunya nanti berlangsung langgeng. Pada saat itu, Basran menyatakan kesediaanya dengan kalimat ’saya ikhlas saja ketua’ karena ini demi partai. Maka dibuatlah surat pernyataan tersebut.
Surat pernyataan itu dituliskan oleh Afrizal didepan Basran Basyir. Setelah surat selesai, dibacakan dan Basran juga membaca kembali. Setelah ia baca, Basran membubuhkan tandatanganya lengkap di atas materai.
Surat pengunduran diri pada tahun 2003 itu, tidak langsung dibubuhkan tanggalnya. Sebab, kalau tanggal dibuat, berarti yang bersangkutan tidak lagi menjadi anggota DPRD Kota Padang sejak tahun 2003. Maka, untuk membuat tanggal pengunduran diri supaya
sesuai dengan jadwal PAW, yakni tiga bulan menjelang pelantikan, maka Panji Alam selaku Ketua DPD Partai Golkar Padang, diberikan kuasa. Maka, dibubuhkanlah tangga surat pengunduran diri menjadi tanggal 14 September 2006. Sebab, pelantikan PAW berlangsung hari ini di ruang sidang utama DPRD Kota Padang, Selasa (5/6).
Proses pelantikan, kata Panji, pada 22 September 2006 diputuskan melalui rapat pengurus harian DPD Golkar supaya dibawa dalam rapat pleno. Selanjutnya 10 November 2006 rapat pleno diselenggarakan dengan mengambil keputusan, setuju dilaksanakan PAW dengan surat keputusan nomor 885/5/GKSB/12/2006 tentang PAW.
Kemudian pada 28 Desember 2006, DPD Golkar secara resmi menyurati Ketua DPRD Kota Padang untuk memproses pelaksanaan PAW.
Panji meminta pihak kepolisian lebih menyidik lagi soal tandatangan Basran Basyir pada dokumen-dokumen proses PAW. Sebab, tandatangan Basran pada surat pernyataan tersebut sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu anggota. Soal data alamat rumah, DPD Partai Golkar mengacu kepada kartu keanggotan Basran sebagai kader partai.
Kasat Reskrim Poltabes Padang Kompol Mukti Juharsa kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Basran Basyir.
“Selanjutnya, kami akan meminta izin dari gubernur untuk memeriksa terlapor,” tutur Mukti. YAnti/SM Ridha/Eriandi

04
Jun
07

Rumah dan Hutan Terbakar

Padang , Singgalang
Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kota Padang. Kali ini rumah milik Ramli, 65 warga Jalan Khatib Sulaiman, di belakang gedung Pramuka, Senin (4/6) sekitar pukul 08.10 WIB musnah dimamah si jago merah. Diduga rumah kayu ukuran 3×6 itu terbakar akibat hubungan listrik arus pendek. Akibat musibah itu, Ramli mengalami kerugian materi sebesar Rp20juta.

Pada waktu kejadian, Ramli yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang becak tidak berada di rumahnya. Saat kembali, ia sangat terkejut ketika rumah satu-satunya itu terbakar. Menurut Ramli, di dalam rumah tersebut terdapat bermacam peralatan rumah tangga seperti kompor, kursi, meja, kasur dll yang habis dimakan api. Namun Ramli masih bersyukur karena seluruh anggota keluarganya masih selamat dalam musibah tersebut.

Sementara itu, di RT 01/RW IV Kelurahan Pasie Nan Tigo (Muara Anai) Kecamatan Koto Tangah, Minggu (3/6) sekitar pukul 19.15 WIB juga terjadi kebakaran. Namun kali ini yang terakar bukanlah rumah penduduk melainkan hutan yang ada di sekitar daerah tersebut. Diduga penyebab kebakaran itu adalah karena sisa pembakaran lahan di hutan.Eriandi/SM Ridha

04
Jun
07

Pelajar SMK Ditangkap

Padang , Singgalang
Ari, 19, pelajar kelas dua di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Padang , Kamis (31/5) lalu ditangkap Satuan Narkoba Mapoltabes Padang. Ia terbukti menyimpan satu am ganja kering. Dia ditangkap di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan TK Adhyaksa Padang, petugas menemukan satu am ganja kering di dalam saku celananya.

Setelah diinterogasi, tersangka mengaku ganja tersebut didapatnya dari seorang temannya, Zal, 20 yang berada di Jalan Koto Marapak Padang . Tidak lama berselang, sekitar seperempat jam dari penangkapan Ari, petugas berhasil menangkap Zal di rumahnya. Setelah dilakukan pengeledahan, petugas juga menemukan satu am ganja kering di dalam rumahnya.

“Untuk sementara, kedua tersangka kita kenakan pasal berlapis UU Nomor 2 tahuan 2007 tentang narkotika,” ujar Kasat Narkoba Mapoltabes Padang, AKP Heri Budianto, Sik. Hingga saat ini, kedua tersangka mendekam di dalam tahanan Mapoltabes Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Eriandi/SM Ridha

04
Jun
07

WISUDA

04
Jun
07

KASIHAN

04
Jun
07

Abrasi

04
Jun
07

Abrasi di Padang

Cerianya Mereka di Tengah Musibah
PADANG
—”Sia lai, capeklah,” teriak seorang anak di dalam tenda di Pasir Parupuk, Tabing. Anak yang merasa belum, lalu melompat menuju tali rintangan. Kaki kecilnya tidak kuat melompati tali rintangan yang agak tinggi. Jadilah ia terjatuh di atas pasir. Anak yang berjumlah enam orang itu lalu tertawa.
Keriangan di dalam tenda. Meski rumah hancur diterjang ganasnya gelombang laut, tidak menyurutkan mereka untuk bermain. Memang anak-anak tidak lepas dari bermain. Keriangan di waktu kecil dilewati dengan bermain.
Mereka sepertinya tidak begitu peduli dengan musibah yang melanda. Bermain dan terus bermain. Entah siapa yang mengajak, mereka sudah bersepakat bermain tali di dalam tenda.
Ibu mereka memandang sedih menyaksikan anak mereka bermain. Entah dimana lagi mereka harus berumah. Pikiran ibu-ibu itu menerawang menembus panasnya mentari menyinari bumi.
Fifi, 11, masih ingat ganasnya gelombang pasang menerjang rumahnya subuh hari itu. Usai salat subuh, ia mendengar bunyi gemuruh berkejar-kejaran dari arah laut. “Bunyinyo kareh bana. Sangko wak tsunami nan datang, kiroe indak doh,” tururnya kepada Singgalang, Jumat (18/5).
Air setinggi tiga meter itu lalu menerjang rumahnya. Berkali-kali rumah yang dibangun dengan arsitektur sederhana itu, tidak kuasa menahan keganasan ombak yang terus mendera. Hanya dalam hitungan menit, rumah Fifi dan beberapa tetangganya sudah tidak tampak lagi.
“Rumah Fifi indak ado lai, alah hanyuik di baok ombak. Kecek amak, untuak samantaro Fifi tingga di dalam tenda,” katanya.
Kebetulan saja ia sudah selesai mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) dan sedang menjalani liburan sekolah. Tapi liburan tahun ini tidak sesuai dengan harapan Fifi. Tenda pengungsian menjadi sarana satu-satunya tempat ia tinggal dan bermain.
Untung bagi Fifi, penderitaan itu tidak ditanggungnya sendiri. Dalam tenda pengungsian itu, ada belasan anak lainnya yang ikut tinggal disana. Seperti keadaan Fifi, mereka juga tidak lagi memiliki rumah untuk tempat bernaung.
Hanya dengan bermain bersamalah, kesedihan mereka dapat terobati. Karena dalam usia yang relatif kecil itu, belum saatnya bagi mereka memikirkan nasib mereka selanjutnya.
“Antah sampai bilo wak disiko, awak ndak tau. Ayah jo amak pun indak ado mengecek-an bilo kami ka baliak ka rumah,” sebut teman sepermainan Fifi di tenda, Pras, 12, yang rumahnya juga ikut hanyut di bawa air pasang.
Air pasang yang melanda pesisir pantai Padang kali ini, memang menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Selain banyak rumah yang hancur dan terbawa air laut, para korban pun banyak yang mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Sehingga kerugian yang ditanggungnya tidak sedikit juga.
Di Keluruhan Parupuk Tabing saja, tercatat 726 jiwa warganya yang kehilangan tempat tinggal. Karena pasang besar itu menyebabkan sekitar 145 bangunan yang habis, rusak dan terancam berat.
Selain di Pasir Parupuk, Tabing, ombak besar itu juga mengobrak-abrik beberapa tempat lainnya, seperti Muaro dan Pasir Jambak.
Menurut para nelayan, ombak pasang yang terjadi sejak Rabu (16/5) itu disebabkan waktu yang memasuki musim galoro. Selama musim itu, mereka meyakini akan selalu terjadi pasang naik yang besar selama beberapa hari.
“Musim galoro atau musim anggau kato urang Mentawai, tajadi pada Mei sampai September. Biasonyo, ombak gadang iko paling lamo hanyo saminggu dan paliang capek tigo hari. Sasudah tu, aia susuik baliak,” kata nelayan di Pantai Padang, Anor Musbar, 53, pada Singgalang. rio/eriandi

04
Jun
07

Fenomenan Gemerlapnya Kota Padang (2)

Gemerlapnya Gadis Bispak di Padang
PADANG–Gemerlap kehidupan malam kota metropolitan tidak pernah lepas dari geliat para gadis malam, begitu juga di Kota Padang. Tidak hanya pelacur yang setiap malam menjajakan dagangannya pada hidung belang yang kesepian, tapi juga cewek muda yang hanya mencari kesenangan sesaat atau having fun.
Para gadis belia itu lebih dikenal sebagai cewek bispak (bisa dipakai). Asal suka sama suka, apapun mau mereka lakukan. Mulai dari sekedar kencan biasa hingga bersedia diajak bermalam di kamar hotel. Dan mereka merasa kehidupan seperti itu ‘gaul’.
Tapi pada umumnya cewek bispak itu anti dengan hubungan yang mengikat. Mereka lebih suka hubungan yang bebas tanpa batas. “Gue nggak suka klo hidup gue diatur-atur. Gue memilih bebas, sehingga gue bisa lakuin apa aja,” ujar Tari, 19, (nama samaran) kepada Singgalang beberapa hari yang lalu di sebuah kafe yang ada di Kota Padang.
Tari yang saat ini tengah mengikuti pendidikan di sebuah pergur­uan tinggi swasta (PTS) di Kota Padang, mengaku telah menjalani kehidupan seperti itu semenjak kelas dua SMA. Dia merasa kehidu­pan liar malam itu, sudah menjadi bagian dari dirinya.
“Minimal tiga kali dalam seminggu, gue keluar bersama anak-anak (teman-Red). Biasanya kita mangkal di pub dan diskotek hingga tengah malam. Setelah itu, klo nggak ada kencan, ya kita non­gkrong aja di kafe hingga pagi,” sebutnya.
Cewek bispak yang mayoritas berstatus siswi atau mahasiswi itu, biasanya identik dengan cewek matre. Mereka tidak mau sembarangan berkencan dengan pria yang mendekatinya. Disamping menjaga image, mereka juga mengharapkan hal yang setimpal dengan apa yang diber­ikannya.
Tari tidak menampik hal itu dan dia sendiri mengaku dirinya cewek matre. “Gue memang suka berkencan dengan cowok kaya, meski dia sudah memiliki istri sekalipun. Kalau dia benar sayang sama gue, tentu dia akan bersedia memenuhi permintaan gue,” katanya.
Sebagai cewek gaul, tentu Tari sangat peduli dengan penampi­lannya. Apalagi di Kota Padang ini dia berstatus sebagai seorang anak kost. Untuk membiayai kehidupan glamour-nya, Tari tidak bisa hanya berharap dari kiriman orang tuanya.
“Memang, gue nggak akan selamanya menjalani kehidupan seperti ini. Tapi untuk saat sekarang, gue belum bisa meninggalkan kese­nangan malam ini. Gue masih ingin menikmati masa muda yang katan­ya hanya sekali itu,” ungkap Tari.
Tari sudah sering memikirkan untuk menjalani kehidupan yang normal seperti gadis lainnya. Karena dia paling takut seandainya keluarganya mengetahui perbuatannya selama ini.
Sudah sejak SMA gue berpisah dengan orang tua gue yang berada di Payakumbuh. Selama itu juga gue berusaha untuk menutup-nutupi kehidupan gue disini,” katanya lagi.
Salah seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Padang sebut saja Mutiara, 19, mengaku sampai saat ini tidak memiliki pacar. Ia merasa kalau sudah punya pacar, hidupnya akan diatur. Ia ingin bebas.
Kepada Singgalang ia bercerita, sejak mengenal Kota Padang ini, sudah banyak lelaki yang mencoba mendekati. Namun, tidak satupun yang melekat di hati. Entah mengapa ia selalu rindu akan kebeba­san. Ia yang mengaku dari Pekanbaru ini lebih suka mencari kese­nangan.
“Saya punya teman pria yang bekerja di kawasan Pasar Raya Padang. Ia orangnya baik dan tidak pernah menyakiti perasaan,” kata Mutiara.
Bersama pria ini (sebut saja nama Totok), ia sudah berkali-kali pergi ke suatu tempat untuk mencari kesenangan. Hal ini sebatas suka sama suka. Kenikmatan duniawi sudah direguk. Namun tidak ada ikatan.
Terkadang di saat ia butuh, Mutiara menelpon Totok. Begitu juga sebaliknya. Kalau setuju, jadilah ia dan teman prianya itu pergi ke tempat yang sudah direncanakan hanya untuk bersenang-senang saja.
“Antara umur saya dan dia terpaut jauh, sekitar 10 tahun. Pria itu dewasa sekali dan selalu membimbing saya jika menghadapi kesusahan,” katanya.
Lain lagi cerita Dewi (nama samaran). Pengaruh dunia malam mem­buatnya berkelakuan seperti gaya Amrik atau america style. Malam ini pacar, besok tidak lagi. Teman-temannya sesama penikmat dunia malam juga berkelakuan yang sama. Kalau sudah pergi dugem (dunia gemerlap), ia pasti menyempatkan diri untuk berkenalan dengan sejumlah pria. Biasanya kalau ada satu pria yang disenangi, jadilah langsung check in di hotel.
Biasanya ia pergi bersama temannya ke tempat hiburan yang dise­diakan oleh pengelola hotel. Setelah itu, ada saja pria yang menghampiri. Berawala dari menawarkan minuman saja. Lalu berlan­jut dengan perkenalan dan kemudian kalau sudah merasa akrab bisa langsung pesan kamar.
“Tapi terkadang ada juga yang perlu pendekatan dengan saya. Kalau feeling saya dia itu orangnya baik, kemana diajak pasti mau,” katanya yang mengaku kos di kawasan Lubuk Buaya.
Menurutnya, pergaulan seperti itu di zaman sekarang sudah wajar. Jangan munafik, siapa yang tidak ingin kesenangan. Hanya saja baginya, asal jangan kebablasan tidak mengapa.Rio/Eriandi/SM Ridha

04
Jun
07

Fenomena Gemerlapnya Kota Padang

Warnet Tempat Melampiaskan Birahi
PADANG–Warung internet (warnet). Ini bukanlah seperti warung kebanyakan seperti menjual kopi, goreng pisang. Namun, warung yang menyediakan layanan internet bagi publik untuk berselancar ke dunia maya mencari ilmu, berbagai pengetahuan dan lainnya.
Fungsi warnet yang tersebar di seluruh penjuru Kota Padang, telah berkembang sedemikian rupa, seiring masuknya era komunikasi tanpa batas dengan media internet. Namun tentunya perkembangannya bisa jadi tidak sesuai dengan harapan semua pihak.Misalnya saja, seperti terjadi pergeseran fungsi dari warung cyber sebagai media untuk mencari informasi, menjadi ajang untuk mengakses situs-situs porno. Hanya dengan beberapa lembar ribuan saja.
Bahkan, menjadi lebih buruk lagi ketika proses penikmatan visual itu, baik film maupun gambar, semakin beralih fungsi menjadi sarana alternatif melakukan perbuatan maksiat atau mesum minimal berpacaran. Hal itu semakin diperparah dengan status para pelaku perbuatan bejat itu, yakni para ABG (anak baru gede). Karena pada umumnya, pengguna jasa warnet adalah kalangan pelajar SMP/SMA dan mahasiswa.
Tak jarang beberapa petugas warnet (OP Warnet) menangkap basah muda-mudi yang sedang menyalurkan nafsunya di warnet dan langsung diusir untuk tidak melanjutkan ditempat tersebut. Beberapa sumber yang diperoleh Singgalang, biasanya warnet yang digunakan untuk melakukan perbuatan mesum itu memiliki kriteria dengan sekat tinggi dan memberikan space (ruang) yang luas untuk satu bilik. “Kita sering mendapatkan orang berbuat mesum di warnet ini, sudah beberapa kali oleh orang yang sama atau pemain baru dalam permainan tersebut. Indikasinya biasanya seperti terdengarnya bunyi-bunyi yang aneh dari bilik apalagi kalau itu sudah berlainan jenis,” tukas Bob (nama samaran) salah satu OP sebuah warnet di Jl Jhoni Anwar, Lapai.”Kami selalu mengantisipasi jangan sampai gara-gara mereka nama warnet ini jadi buruk,” lanjutnya. Bahkan beberapa orang yang ketangkap basah melakukan perbuatan bejat tersebut, saat diinterogasi oleh pihak warnet mengatakan para muda-mudi itu mendapatkan informasi dari teman mereka bahwa warnet tertentu ‘bisa digunakan’.Pemakai jasa internet, pada umumnya adalah kalangan pelajar SMP/SMA dan mahasiswa. “Mereka sering mengunjungi warnet lantaran pengen nyari tugas, men-download lagu, atau sekedar chatting,” ungkapnya. Mereka memakai jasa warnet tampaknya untuk ajang perkenalan. “Karena itu, mereka sering chatting,” katanya. Tentu, mereka juga memang mencari informasi-informasi baru yang tidak mereka dapatkan dari media lain seperti surat kabar atau televisi. Bukan tidak mungkin mereka juga melirik situs esek-esek.Harus diakui, perkembangan bisnis warnet mempunyai dampak positif dan negatif. Itu menjadi, positif karena para pengguna jasa warnet paling awal memperoleh informasi dan sejumlah data yang mereka butuhkan. Negatifnya, bila mereka terutama para remaja hanya membuka situs esek-esek saja. “Habis bagaimana, sulit mengontrolnya,” akunya.Untuk menutup jalan agar para pengunjung internet tak membuka situs porno, memang tak bisa. Sebab terbukanya informasi lewat internet tidak bisa ditutupi. “Ya, akhirnya paling maksimal adalah menjaga iman kita, dan sebagai pengelola warnet hanya bisa memasang imbauan,” katanya.Dini, 20, (nama samaran) mengakui sering menggunakan warnet sebagai ajang bermesum-ria bersama pacarnya. Apalagi, saat siang hari dan tidak ada lagi tempat yang dirasa asyik dan bebas untuk mojok. “Pacaran di warnet cukup asyik seh. Disamping udaranya ber-AC, kita juga sekalian browsing situs-situs hot,” katanya. Untuk menyalurkan itu, ia memilih warnet yang mempunyai bilik atau sekat yang tidak bisa diintip orang luar.Tidak hanya ia, banyak juga pasangan lain memanfaatkan warnet untuk bersenang-senang. Bahkan ada juga pasangan selingkuh yang memanfaatkan warnet untuk memadu kasih.Kehadiran Warung internet, selain menjadi tempat untuk mengakses informasi, juga sering menjadi tempat pacaranm muda- mudi. minimal bagi mereka selain bisa cari ilmu juga bisa pacaran. Katanya pacaran di warnet lebih intektual. Seperti salah satu warnet di dekat kawasan PTN di Kota Padang. Dengan situasi warnet yang bersekat dan dengan gaya lesehan, memberi peluang bagi muda-mudi untuk bermesraan. Apalagi saat malam minggu. Tempat ini mejadi salah satu tempat kencan. Sambil mengakses internet, ditemani makan kecil dan minuman, mereka bebas berpelukan. Aktivitas mereka bermesraan hanya seputar berpelukan dan ciuman dan pegang-pegangan.Menurut ‘D’ salah seorang mahasisi PTN di Padang, dari awal tidak bermaksud untuk menjadikan warnet pelepas birahi, namun kondisinya yang tertutup, sehingga memberi peluang bagi mereka untuk menyalurkan nafsu. Mulanya pegangan sambil bercanda mengakses internet, kemudian aktifitas selanjutnya bisa lebih dari sekedar pegang-pgangan. Ia mengaku aktifitasnya berpacaran di warnet hanya sampai ciuman. Karena kondisi sekatnya yang kecil tidak memungkinkan untuk melakukan yang lebih dari itu. “Nafsu itu kan datangnya tiba-tiba saja, apalagi kalau sudah berdekatan. sementara kondisinya memungkin untuk berpelukan atau ciuman. Hal itu bisa dilakukan sambil duduk” ujar gadis yang sampai di tahun kedua kuliah.Lebih lanjut menurutnya tidak penting siapa yang memulai, apakah cowok atau cewek. kalau kondisnya memungkinkan rasa bisa datang dengan sendiri. Biasanya dari awal tujuanya memang untuk mengakses infromasi. “Sambil makan cemilan, minum teh botol sambil membaca informasi di warnet, pegangan tangan dan selanjut bisa merambat kemana-mana” tuturnya.’B’ pelajar salah satu SMA favorit di Padang mengaku, dibandingkan pacaran di tempat yang lain, resiko di warnet lebih kecil. Tidak pernah aparat datang ke sana untuk merazia. Kalau di tempat lain seperti taplau atau Bukit Lampu, sering aparat datang ke sana merazia.”Kalau keluar di televisi atau koran kan jadi malu. Mending ke warnet. Lebih terjamin keamanannya,” katanya lagi.rio/ika/SM Ridha/Eriandi




 

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Bagian

Blog Stats

  • 81,144 hits

Informasi

Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau berita, layangkan ke eriandi_ganteng@yahoo.com

RSS Detik.com