Bukan main senangnya Pak Janu dan nyonya saat berangkat dari rumah. Dengan bersiul-siul sepanjang jalan dan memutar lagu 80-an mengiringi perjalanan mereka. Maklumlah hari itu anaknya Janu Junior wisuda.
Sudah enam tahun kuliah, hari kelulusan pun tiba juga. Seperti biasa, para wisudawan mengikuti upacara rapat senat wisuda.
Dua jam berlalu, akhirnya uparaca pun selesai. Secara resmi Janu Junior memasang gelar sarjana di belakang namanya.
Acara foto-foto pun dimulai. Biasalah mengabadikan momen bersejarah.
“Coba kita berfoto dengan gaya yang alami,” katanya Nyonya Janu. Ia lalu menyuruh Janu Junior berdiri dekat bapaknya sambil memegang bahu.
“Kalau alami itu tidak seperti itu. letakkan saja tanganmu di saku belakang bapak,” kata Janu senior.
AGAM – “Dibadia-dibadia bagailah. Kami siap bertahan di siko (ditembak pun, kami siap bertahan di sini),” kata Sutan Maruhun, saat ditemui di ladang tebunya di Padang Kubuak, Kenagarian Matur Mudiak, Agam, Jumat (4/3).
Menjadi peladang bagi Sutan Maruhun merupakan pilihan hidup. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan dalam menghidupi perekonomian rumah tangga selain berladang tebu.
Banyak usaha yang telah dijalani sebelum berladang. Pernah pula merantau, tapi tidak hasil. akhirnya pilihan pun jatuh untuk berladang tebu.
“Dulu ini semak belukar dan banyak pohon pinus, tidak terawat sama sekali,” katanya sambil menunjuk ladang tebu miliknya.
Sekitar tahun 2000, ia memulai merambah semak belukar di perbukiĀtan untuk ditanami tebu. Jatuh bangun ia menggarap tanah terseĀbut. Dengan kegigihannya mengolah tanah menganggur itu, mulai tebu itu memberi hasil yang sedikit membantu. Continue reading ‘Dibadia Pun, Kami Tetap Bertahan’
Bintang Barcelona Lionel Messi meraih penghargaan FIFA Ballon d’Or atau Pemain Terbaik Dunia 2010. Polemik sempat mewarnai terpilihnya Messi untuk kedua kalinya secara beruntun ini.
Bahkan, beberapa pemain dunia tidak mengganggap Messi yang terbaik. Sebut saja Mantan rekannya di Barcelona Zlatan Ibrahimovic, lalu Cristiano Ronaldo, Samuel Eto’o, Rio Ferdinand dan Iker Cassilas. Continue reading ‘Terbaik Dunia, Seharusnya Sneijder’
“Pargede, pargede, pargede. Angek,,,angek ” teriakan ini sering terdengar saat naik angkutan umum saat melewati Padang panjang. Sejumlah tukang pargede jaguang selalu hadir menjajakan panganan khas Padangpanjang.
Satu bungkusnya dibandrol Rp1.000. Lapar pun bisa tertunda sejenak menjelang sampai ke Rumah Makan Pak Datuak, rumah makan mintuo atau rumah makan amak.
Yang dibahas ini adalah makanan yang dibuat chef Rinito. Jagung kualitas ekspor diparut atau dihaluskan kemudian digoreng. Sebelumnya adonan dicampur dengan bumbu khas seperti bawang perai, bawang merah atau putih sedikit lado. Mengapa lado diberi sedikit, karena sedang mahal. Bayangkan satu kilogram saja Rp50 ribu. Jadi harus bersabar-sabar makan lado. Lagi pula, tidak boleh makan lado banyak-banyak, beko kurang jatah kawan. Bagi yang ingin menjajal pargede jaguang ceper datang ke Palazzo Air Dingin.
Nah, ini diambil dari salah satu almbunya Guns N Roses, Sphagetti Incident. Memang tidak ada hubungannya dengan musik, tapi setidaknya, cover album itu agak mirip dengan sajian sarapan pagi di Palazzo Air Dingin.
Sphagetti memang salah satu makanan Italiano, seperti mie goreng.
Memang pada dasarnya, sphagetti adalah mie goreng. Bedanya terletak pada saos nya saja. Lainnya tidak ada. Kalau sphagetti berbentuk pasta, mie goreng ada yang keriting ada pula yang kuning.
Sarapan ini layak dicoba sebagai pengganti mie goreng instan yang dijual di pasar atau kedai. Di Taiwan, mie instan dilarang dijual alasannya beracun. Kalau di Indonesia, bebas. Mau coba, datang saja ke Palazzo Air Dingin.
Sarapan Pagi dengan Pizza Rinito
Diterbitkan Januari 5, 2011 Corat-coret Tinggalkan a KomentarTag:padang, pizza, rinito
Pizza, ternyata jadi makanan nikmat untuk sarapan. Rasanya yang legit plus lelehan keju mozarella yang mengundang selera.
Rasanya tiada tara. Istri saya Melda riani membuat Pizza ala Rinito dengan sajian bumbu yang khas seperti di Italiano. Taburan garnis diperkuat dengan black peppers menggoda ditambah dengan potongan nenas. Luar bisa apalagi ditemani dengan seduhan teh manis.
Menyaksikan tukang bekerja membangun rumah tetangga, alangkah nikmatnya saat mulut diserbu pizza ala Rinito
Yang berminat, datang ke Air Dingin. 



Komentar Terakhir